Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Crane Hawk, Burung Pemangsa dengan Teknik Berburu Tak Biasa

4 min read
5 Fakta Crane Hawk, Burung Pemangsa dengan Teknik Berburu Tak Biasa
Burung elang jenjang (crane hawk) (commons.wikimedia.org/Bart van Dorp)
  • Crane hawk tersebar dari selatan Amerika Serikat hingga sebagian besar Amerika Selatan, menghuni hutan dataran rendah dekat lahan basah serta beragam habitat lain.
  • Burung pemangsa berukuran sedang ini berciri kaki panjang merah kejinggaan, bulu abu-abu kebiruan, ekor berpita putih, dan sendi kaki yang dapat menekuk ke berbagai arah.
  • Crane hawk berburu dengan memeriksa rongga pohon memakai kaki lenturnya, sehingga mampu menangkap kadal, ular, kelelawar, katak, anak burung, serangga, hingga moluska.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagian besar burung pemangsa mengandalkan kecepatan menukik dan cakar tajam untuk menyergap mangsa di tempat terbuka. Namun, ada lho spesies burung pemangsa yang punya cara berbeda saat berburu mangsanya. Kenalin, dia adalah crane hawk (Geranospiza caerulescens). Burung pemangsa ini terkenal dengan kemampuan berburunya yang unik, lho. Berkat keunikan sendi kakinya, burung ini mampu memburu mangsa di tempat tak biasa. Penasaran bagaimana burung ini berburu dengan teknik tak biasa tersebut? Yuk, simak lima fakta menarik crane hawk berikut!

  1. 1. Tersebar luas di wilayah Benua Amerika

    Wilayah persebaran elang jenjang
    Wilayah persebaran elang jenjang (commons.wikimedia.org/Planckarte)

    Berbicara mengenai tempat tinggal, kamu bisa menjumpai crane hawk di Benua Amerika. Burung ini bahkan menjadi salah satu spesies burung pemangsa dengan wilayah persebaran yang luas di Benua Amerika. Dilansir Birdlife Datazone, crane hawk dapat ditemukan mulai dari wilayah Amerika Serikat bagian selatan, Meksiko, Amerika Tengah, hingga sebagian besar wilayah Amerika Selatan.

    Nah, ngomongin soal habitat, crane hawk termasuk burung pemangsa penghuni hutan dataran rendah yang berada di dekat lahan basah. Kamu bisa menjumpainya di wilayah yang dekat dengan sungai, rawa, danau, hutan rawa, laguna mangrove, hingga kawasan muara. Tidak hanya di habitat yang dekat dengan sumber air, burung ini juga diketahui mampu hidup di habitat lain, seperti hutan semi-kering, sabana, padang rumput berawa, hingga semak sekunder. Nah, kemampuannya beradaptasi di banyak tipe habitat inilah yang membuat persebaran crane hawk menjadi sangat luas.

  2. 2. Punya penampilannya berbeda dari kebanyakan burung pemangsa

    Burung elang jenjang punya sendi kaki yang sangat lentur.
    Burung elang jenjang punya sendi kaki yang sangat lentur. (commons.wikimedia.org/DiverDave)

    Crane hawk memiliki penampilan yang cukup berbeda dibandingkan kebanyakan burung pemangsa lainnya. Burung ini punya tubuh berukuran sedang dengan kepala yang relatif kecil. Nah, ciri fisik unik yang mudah dikenali dari crane hawk ada pada ukuran kakinya yang panjang. Ukuran kakinya yang panjang inilah yang mendasari asal namanya, yaitu crane hawk atau dalam bahasa Indonesia berarti elang jenjang. Iya, kaki panjang burung ini memang mengingatkan kita pada kaki burung jenjang yang panjang.

    Berbicara mengenai penampilan fisik, tubuh crane hawk didominasi dengan bulu berwarna abu-abu kebiruan, lengkap dengan corak abu muda. Burung ini punya ekor panjang yang dihiasi dua pita putih. Warna kaki panjangnya juga menarik perhatian karena warnanya yang mencolok, yaitu warna merah kejinggaan.

  3. 3. Memiliki sendi kaki yang sangat lentur

    Burung elang jenjang (crane hawk)
    Burung elang jenjang (crane hawk) (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

    Nah ternyata, selain ukuran kakinya yang panjang, crane hawk juga punya fitur unik yang berbeda dari burung pemangsa lainnya. Fitur unik ini tidak lain adalah sendi kakinya yang terkenal lentur. Sendi pada kaki crane hawk diketahui dapat ditekuk hampir ke segala arah. Sendinya bisa ditekuk ke depan, ke belakang, dan ke samping dengan rentang gerak yang cukup luas. Kelenturan sendi ini bukan sekadar ciri fisik yang unik bagi crane hawk, tetapi juga berperan penting baginya saat berburu, lho.

  4. 4. Menggunakan teknik berburu yang tidak biasa

    Elang jenjang sedang berburu
    Elang jenjang sedang berburu (commons.wikimedia.org/Alastair Rae)

    Nah inilah kemampuan unik lain yang dimiliki crane hawk. Saat kebanyakan burung pemangsa berburu dengan melayang di udara dan menukik untuk menyambar mangsanya, crane hawk punya cara yang beda. Burung ini punya teknik berburu yang dikenal dengan sebutan searchand probe. Teknik ini dilakukan dengan cara berpindah dari satu pohon ke pohon lain sambil mengamati lubang, celah batang, maupun kulit kayu yang terkelupas untuk mencari mangsa yang bersembunyi. Setelah menemukan target, crane hawk akan memanfaatkan kaki dan sendinya yang lentur untuk menyelidiki rongga tersebut. Dari berburuan ini, crane hawk mampu menangkap kadal, ular kecil, kelelawar, katak, hingga anak burung yang sulit dijangkau oleh predator lain.

    Selain teknik cerdiknya dalam merogoh rongga, burung ini juga dikenal karena kemampuannya dalam memanjat batang dan bergelantungan terbalik di bawah cabang pohon, lho. Perilakunya ini membuat peneliti menduga bahwa crane hawk lebih fokus mencari tempat persembunyian mangsa daripada mengejar mangsa yang terlihat secara langsung.

  5. 5. Predator oportunis dengan menu makan yang beragam

    Burung elang jenjang (crane hawk)
    Burung elang jenjang (crane hawk) (commons.wikimedia.org/Åsa Berndtsson)

    Crane hawk merupakan predator oportunis dengan menu makan yang beragam. Burung ini kerap mengonsumsi kadal, ular, katak, kelelawar, tikus, hingga anak burung. Selain itu, burung ini juga diketahui suka memangsa serangga hingga moluska seperti siput.

    Keragaman menu makanan ini tidak lepas dari teknik berburunya yang unik. Berkat kaki panjang dan sendinya yang lentur, crane hawk dapat menjangkau mangsa yang bersembunyi di lubang pohon, celah batang, maupun sela-sela tumbuhan. Kemampuan ini memungkinkannya memanfaatkan sumber makanan yang tidak dapat diakses oleh banyak burung pemangsa lainnya.

    Itulah lima fakta mengenai crane hawk. Crane hawk menunjukkan bahwa burung pemangsa tidak selalu memiliki bentuk tubuh yang seragam. Kaki panjang, sendi lentur, dan teknik berburu tak biasa membuatnya mampu memanfaatkan sumber makanan yang sulit dijangkau oleh burung pemangsa lainnya. Berkat kombinasi unik ini, crane hawk menjadi salah satu raptor unik sekaligus menarik untuk dipelajari lebih dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More