Selama ini kita hanya mengenal dua jenis magnetisme. Namun baru-baru ini ilmuwan berhasil menemukan bukti eksperimental jenis magnetisme ketiga yang disebut altermagnetism pada material berbasis kobalt, tantalum, dan selenium. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications ini memperlihatkan bagaimana sebuah material dapat memiliki sifat magnetik yang berbeda dari dua jenis magnetisme konvensional, yakni feromagnetisme dan antiferomagnetisme. Temuan tersebut membuka peluang baru dalam pengembangan material untuk perangkat elektronik masa depan.
Penemuan ini menarik karena teknologi elektronik modern membutuhkan material magnetik yang mampu mengendalikan perilaku elektron tanpa menghasilkan medan magnet pengganggu. Magnet konvensional memiliki keunggulan dalam memengaruhi elektron, tetapi medan magnet yang dihasilkannya berpotensi mengganggu komponen elektronik lain. Altermagnetisme menawarkan kombinasi sifat yang selama ini sulit ditemukan dalam satu material.
Para peneliti dari University of Central Florida (UCF) mengidentifikasi sifat tersebut pada kristal Co₁/₄TaSe₂ yang memiliki struktur berlapis menyerupai sandwich. Material ini berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan spintronics, perangkat memori berkecepatan tinggi, jaringan terahertz, serta teknologi elektronik yang lebih hemat energi. Meski demikian, penelitian masih berada pada tahap memahami karakteristik material dan belum menghasilkan perangkat komersial.
