Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Aprilia Tampil Dominan di Balapan Utama MotoGP Brasil 2026?

Bagaimana Aprilia Tampil Dominan di Balapan Utama MotoGP Brasil 2026?
Marco Bezzecchi saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya Sih
  • Marco Bezzecchi dan Jorge Martin membawa Aprilia Racing finis 1-2 di MotoGP Brasil 2026, menandai keberhasilan kedua kalinya tim itu mencatat hasil serupa di kelas utama.
  • Bezzecchi meningkatkan performa lewat pengamatan ritme balap rival dan penyempurnaan setelan motor setelah kesulitan di balapan sprint, yang akhirnya membawanya meraih kemenangan utama.
  • Suhu panas dan kondisi trek licin menguntungkan karakteristik motor RS-GP, membuat Aprilia tampil dominan dibanding Ducati selama balapan utama di Autodromo Internacional de Goiania.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Balapan utama MotoGP Brasil 2026 yang berlangsung di Autodromo Internacional de Goiania pada Senin (23/3/2026) dini hari WIB menjadi momen menggembirakan untuk Aprilia Racing. Dua pembalap tim yang berbasis di Noale, Italia, itu berhasil naik podium. Marco Bezzecchi melintasi garis finis sebagai pemenang dan Jorge Martin berada di posisi kedua.

Keberhasilan kedua pembalap tersebut finis di posisi pertama dan kedua tak lepas dari performa oke motor RS-GP. Selain itu, ada faktor lain yang mendukung kinerja Bezzecchi dan Martin saat beradu cepat di lintasan. Faktor tersebut berasal dari luar motor.

1. Marco Bezzecchi serta Jorge Martin berhasil finis pertama dan kedua pada balapan utama MotoGP Brasil 2026

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin tampil mengesankan pada balapan utama MotoGP Brasil 2026. Bezzecchi yang memulai balapan dari posisi kedua langsung memimpin balapan pada lap pertama setelah menyalip Fabio Di Giannantonio. Selepas itu, pembalap bernomor motor 72 itu terus menjauh dari kejaran rivalnya hingga bendera finis berkibar.

Sementara itu, Martin yang menempati posisi start kelima mampu mengasapi Pedro Acosta pada lap keempat. Kemudian, juara MotoGP 2024 itu menyalip Marc Marquez dan Di Giannantonio di tikungan 4 pada lap keenam. Martin mampu menjaga kedudukannya sehingga finis di belakang Bezzecchi dengan jarak 3,231 detik.

Hasil balap Bezzecchi dan Martin menghadirkan catatan penting bagi Aprilia Racing. Ini menjadi kedua kalinya tim tersebut mencatatkan finis 1-2 di kelas utama. Sebelumnya, Aprilia Racing melakukan hal tersebut di GP Catalunya 2023 dengan Aleix Espargaro finis sebagai pemenang dan Maverick Vinales bercokol di posisi kedua.

2. Performa Marco Bezzecchi meningkat pada balapan utama berkat perubahan ritme balap dan pengoptimalan setelan motor

Marco Bezzecchi senang atas keberhasilannya menorehkan kemenangan di GP Brasil 2026. Pembalap asal Italia itu mengaku sempat kesulitan saat menghadapi balapan sprint. Ia finis di posisi keempat dan berada di belakang Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Jorge Martin. Namun, Bezzecchi bisa memperbaiki kinerjanya saat balapan utama berkat pengamatan terhadap ritme balap rivalnya serta kerja sama dengan tim untuk menyempurnakan setelan motor.

"Pada sesi Jumat, aku berada dalam situasi sangat buruk. Namun, kami membuat langkah maju pada Sabtu walaupun ritme balapku belum cukup untuk bisa finis di zona tiga besar saat balapan sprint. Aku mencoba mengamati mereka. Cara mereka berkendara sedikit lebih baik dan mungkin aku terlalu memaksakan diri," papar Marco Bezzecchi dilansir Motorsport.

3. Faktor suhu dan kondisi trek memengaruhi performa duo Aprilia Racing selama balapan utama MotoGP Brasil 2026

Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio punya pandangan tersendiri perihal performa menakjubkan duo Aprilia Racing di GP Brasil 2026. Pembalap VR46 Racing Team itu menyebutkan dua faktor eksternal yang memengaruhi kinerja motor RS-GP. Suhu dan kondisi trek menjadi hal penting yang menguntungkan Bezzecchi dan Martin pada balapan utama.

"Saat kondisi trek menjadi panas dan agak licin dengan daya cengkeram yang menurun, Aprilia tetap agresif pada bagian depan motor mereka dan masuk tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku sudah berusaha, tetapi kami punya masalah lebih lanjut. Bagian depan motor kurang stabil dan akurat dalam kondisi semacam itu," jelas Fabio Di Giannantonio dikutip Motorsport.

Jorge Martin menyetujui pendapat Diggia mengenai kondisi eksternal yang menguntungkan Aprilia pada balapan utama. Hal tersebut menyebabkan Aprilia lebih unggul ketimbang Ducati yang menguasai balapan sprint. Walau begitu, Martin tetap melihat motor Ducati dan Aprilia memiliki kecepatan yang sangat mirip.

"Secara keseluruhan, kecepatan kami sangat mirip. Pada suatu kesempatan, salah satu faktor akan lebih menguntungkan, tetapi tidak pada hari lainnya. Hal terpenting adalah kami benar-benar fokus mengerjakan bagian detailnya. Aku berusaha melakukannya karena itu penting untuk peningkatan performa dan membuat segalanya menjadi mudah," kata Jorge Martin.

Capaian mentereng pada balapan utama GP Brasil 2026 mengerek peringkat Bezzecchi dan Martin di klasemen pembalap. Bezzecchi kini memimpin klasemen lewat perolehan 56 poin. Ia unggul 11 poin atas Martin yang bertengger di peringkat kedua.

Sementara itu, Aprilia Racing memuncaki klasemen tim usai mengoleksi 101 poin. Mereka mengungguli Trackhouse Racing dengan jarak 39 poin. Seri berikutnya akan berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, pada 27--29 Maret 2026. Mampukah Aprilia meneruskan tren positif mereka saat menjalani pekan balap di Negeri Paman Sam?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More