Jelang MotoGP Mandalika 2026, Okupansi Hotel Nyaris 100 Persen

- Okupansi akomodasi di NTB menjelang MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober nyaris 100 persen, didorong lonjakan permintaan pengunjung.
- Konektivitas ke NTB ditambah 66 penerbangan, mayoritas pesawat berbadan besar; penjualan tiket mencapai 53 persen, sementara alokasi awal KTP NTB terserap 91 persen.
- Ajang ini melibatkan 213 UMKM dan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, termasuk 2.200 relawan; kesiapan sirkuit, marshal, serta logistik internasional terus dikebut.
Jakarta, IDN Times - Jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober mendatang, tingkat keterisian (okupansi) kamar akomodasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) nyaris penuh.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini mengatakan tingginya antusiasme pengunjung membuat permintaan tempat menginap melonjak tajam mendekati hari H balapan di Pertamina Mandalika International Circuit.
“Tingkat okupansi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah nyaris mencapai 100 persen dan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan event. Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan,” kata Ni Ketut Wolini dikutip Jumat, (18/9/2026).
1. Ada tambahan 66 penerbangan ke NTB

Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (dok. ITDC) Untuk mengimbangi tingginya mobilitas wisatawan, ketersediaan konektivitas udara juga ditingkatkan. Direktur Utama InJourney, Maya Watono membeberkan adanya penambahan jadwal penerbangan menuju NTB yang didominasi oleh armada berkapasitas besar.
“Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama termasuk konektivitas. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body,” tutur Maya.
Peningkatan pergerakan wisatawan itu berbanding lurus dengan tren penjualan tiket. Saat ini, total penjualan tiket telah menembus angka 53 persen. Khusus alokasi tahap pertama bagi pemegang KTP NTB sebanyak 2.900 tiket, penjualannya sudah terserap hingga 91 persen.
2. Bakal beri dampak ekonomi luas ke daerah

Persiapan MotoGP Mandalika 2026. (dok. ITDC) Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan momentum pertumbuhan pariwisata itu ditargetkan mampu memberi dampak ekonomi yang luas bagi daerah, tidak hanya terbatas pada area sirkuit semata.
“Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.
3. Serap 3 ribu tenaga kerja lokal

Persiapan MotoGP Mandalika 2026. (dok. ITDC) Lebih lanjut, ajang balapan tersebut akan melibatkan 213 UMKM yang berasal dari binaan InJourney Group, Pertamina, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah hingga UMKM komersial.
Sebanyak kurang lebih 3.000 tenaga kerja lokal termasuk 2.200 volunteer akan dilibatkan dalam penyelenggaraan event.
Dari sisi sirkuit, progres kesiapan terus berjalan menuju homologasi FIM Grade A. Civil works telah mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen, dan race electronic 60 persen.
Sementara sejumlah pekerjaan seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit, dan common garagetelah mencapai 100 persen.
Dari sisi sumber daya race, sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober 2026, terdiri dari dua hari in-class training dan dua hari pelatihan lapangan.
Pergerakan logistik internasional juga telah dimulai. Dari total 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba, sementara lima air freight flight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober 2026. Kru, Dorna, dan racers akan mulai berdatangan pada awal Oktober.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka mengatakan fase menjelang penyelenggaraan menjadi periode krusial untuk memastikan seluruh workstream bergerak dalam satu arah dan setiap kebutuhan dapat dituntaskan sesuai target.
“Setiap workstream harus bergerak dalam satu timeline, setiap kebutuhan yang masih perlu diselesaikan harus segera dituntaskan, dan setiap isu harus memiliki PIC serta target penyelesaian yang jelas. Standar kita bukan sekadar event terlaksana, tetapi event yang aman, lancar, berkualitas, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak,” ujar Troy.
Hingga saat ini, penjualan tiket yang telah mencapai 53 persen dari total tiket yang tersedia. Khusus kategori pemegang KTP NTB, 91 persen dari alokasi tahap pertama sebanyak 2.900 tiket telah terjual, sementara penjualan tiket KTP NTB tahap kedua akan segera dibuka.




















