FIFA Series 2026 Indonesia Dipuji FIFA, Modal Jadi Tuan Rumah Lagi

- FIFA memuji profesionalisme Indonesia dalam penyelenggaraan FIFA Series 2026 di SUGBK, yang dinilai berjalan lancar berkat dukungan pemerintah dan antusiasme suporter.
- Erick Thohir menyebut keberhasilan ini sebagai modal penting untuk meyakinkan FIFA agar memberi kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional berikutnya.
- Selain sukses penyelenggaraan, performa Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman juga diapresiasi karena menunjukkan permainan atraktif meski kalah dari Bulgaria di final.
Jakarta, IDN Times - FIFA menyanjung profesionalisme Indonesia yang menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir pun semringah karena gelaran di Stadion Utama Gelora Bung Karno mendapat pujian FIFA.
Keberhasilan FIFA Series 2026 tak lepas dari pemerintah dan antusiasme pencinta sepak bola tanah air. Erick meyakini kesuksesan ini akan membuka pintu bagi Indonesia untuk mendapatkan jatah tuan rumah dari FIFA ke depannya.
1. Modal penting rayu FIFA untuk turnamen selanjutnya

Erick menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan seluruh pihak yang menyukseskan acara ini. Ia menilai kelancaran turnamen ini adalah membuktikan kesiapan Indonesia untuk menggelar turnamen yang lebih prestisius.
"Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan FIFA Series ini, kita juga diberi kesempatan oleh FIFA. Kalau ada turnamen FIFA lainnya, ya kita dicoba lagi. Paling tidak kita sudah mencoba yang terbaik untuk FIFA," dalam keterangan resminya.
2. FIFA kagum dengan profesionalisme Indonesia

Pujian kepada FIFA Series 2026 Indonesia datang dari FIFA Director for Asia and Oceania, Sanjeevan Balasingam. Ia kagum dengan profesionalisme tinggi yang ditunjukkan panitia lokal selama turnamen berlangsung.
Dukungan kuat dari pemerintah dan antusiasme dari suporter Indonesia menjadi poin plus yang diapresiasi oleh FIFA. Otoritas sepak bola dunia itu pun memberikan kode kalau Indonesia akan kembali mendapat jatah tuan rumah lagi ke depannya.
Di sisi lain, atmosfer SUGBK sebenarnya belum maksimal, bahkan jauh dari ekspektasi. Kontra Saint Kitts and Nevis hanya dihadiri 26.703 suporter, dan menyusut dua ribu lebih di laga final kontra Bulgaria.
3. Apresiasi transformasi Timnas di bawah John Herdman

Selain sukses secara penyelenggaraan, Erick juga menyoroti performa impresif Timnas Indonesia. Meski takluk dari Bulgaria di final, Pasukan Garuda mempertontonkan permainan yang begitu atraktif.
"Kita melawan tim yang tidak bisa dianggap remeh, yang pernah semifinal pada tahun 1994. Dan banyak pemain yang bermain di Eropa. Memang ini kesempatan bagus buat kita untuk menaikkan kualitas tim nasional. Dan tentu seperti semua media saksikan, coach John sudah berhasil sampai hari ini mentransformasi Timnas," ucap Erick.














