3 Musim Atletico Madrid Singkirkan Barcelona di Perempat Final UCL

- Atletico Madrid menyingkirkan Barcelona di perempat final Liga Champions 2025/2026 dengan agregat 3-2, memastikan langkah ke semifinal setelah menang 2-0 di Camp Nou dan kalah tipis 1-2 di leg kedua.
- Sejarah mencatat Atletico Madrid sudah tiga kali menyingkirkan Barcelona di perempat final Liga Champions, yakni pada musim 2013/2014, 2015/2016, dan 2025/2026, semuanya di bawah arahan Diego Simeone.
- Dua pertemuan pertama berujung pada langkah Atletico ke final meski dikalahkan Real Madrid, sementara musim ini mereka berpeluang besar melangkah lebih jauh karena Real Madrid telah tersingkir lebih awal.
Atletico Madrid sukses melangkah ke semifinal Liga Champions Eropa 2025/2026. Los Rojiblancos mencatatkan pencapaian tersebut usai menyingkirkan Barcelona pada perempat final. Skuad asuhan Diego Simeone menang 2-0 di Camp Nou pada leg pertama sebelum kalah tipis 1-2 pada pertemuan kedua pada 15 April 2026.
Keunggulan di Liga Champions musim ini menambah catatan apik Atletico Madrid atas Blaugrana di ajang ini. Sepanjang sejarah, Los Rojiblancos telah menyingkirkan Barcelona pada fase gugur Liga Champions dalam 3 edisi berbeda dengan seluruhnya terjadi pada perempat final.
1. Setelah menyingkirkan Barcelona, Atletico Madrid melaju ke final pada 2013/2014
Atletico Madrid memiliki modal apik untuk lolos ke semifinal Liga Champions 2013/2014. Pada leg pertama perempat final di Camp Nou, mereka menahan imbang Barcelona. Los Rojiblancos bahkan mampu unggul lebih dahulu lewat gol Diego pada menit 56 sebelum Neymar Jr menyamakan kedudukan pada menit 71.
Melalui duel sengit, Atletico Madrid sukses meraih kemenangan saat tampil di markas sendiri pada leg kedua. Di hadapan lebih dari 50 ribu penonton, tim besutan Diego Simeone memastikan langkah mereka ke fase berikutnya usai mengalahkan Blaugrana dengan skor 1-0. Satu-satunya gol tersebut dicetak Koke pada menit 5.
Setelah menyingkirkan Barcelona, Atletico Madrid mampu mengalahkan Chelsea di semifinal dan melangkah ke partai puncak. Sayangnya, ambisi mereka untuk merengkuh gelar juara tak terpenuhi. Los Rojiblancos kalah 1-4 dari rival sekota, Real Madrid, di final.
2. Atletico Madrid berhasil comeback dan menyingkirkan Barcelona pada 2015/2016
Atletico Madrid kembali bertemu Barcelona di perempat final Liga Champions pada 2015/2016. Mereka sempat kalah 1-2 saat bertandang ke Camp Nou pada leg pertama. Gol pembuka keunggulan Fernando Torres pada menit 25 mampu dibalas dua gol dari Luis Suarez pada menit 63 dan 74.
Pertemuan kedua di Vicente Calderon menjadi panggung bagi Antoine Griezmann. Penyerang asal Prancis itu membuka keunggulan pada menit 36. Lalu, golnya pada menit 88 memastikan langkah Los Rojiblancos ke fase berikutnya.
Atletico Madrid lantas bertemu Bayern Munich pada semifinal. Mereka lolos ke final berkat keunggulan gol tandang. Namun, Real Madrid lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi Atletico Madrid. Di final, Los Blancos menang lewat adu penalti.
3. Atletico Madrid unggul agregat 3-2 pada 2025/2026
Atletico Madrid unggul jumlah pemain usai Pau Cubarsi terkena kartu merah pada menit 44 saat datang ke markas Barcelona pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Semenit berselang, Los Rojiblancos membuka keunggulan lewat tendangan bebas Julian Alvarez. Tak cukup dengan satu gol, Atletico Madrid menambah keunggulan lewat aksi Alexander Sorloth pada menit 70, yang sekaligus menjadi gol terakhir pada laga ini.
Saat tampil di markas sendiri pada leg kedua, Atletico Madrid dikejutkan oleh gol cepat Lamine Yamal pada menit 4. Agregat menjadi imbang 2-2 ketika Ferran Torres menjebol gawang Atletico Madrid pada menit 24. Untungnya, Ademola Lookman menjebol gawang Barcelona pada menit 31 yang sekaligus memastikan langkah Los Rojiblancos ke semifinal.
Dua musim pertama Atletico Madrid menyingkirkan Barcelona di perempat final Liga Champions menunjukkan pola yang menarik. Mereka mampu melaju ke final sebelum dikalahkan Real Madrid. Sedangkan pada 2025/2026 ini, Real Madrid dipastikan tak akan menjadi batu sandungan bagi Los Rojiblancos lantaran telah tersingkir. Akankah skuad besutan Diego Simeone melangkah ke final dan merengkuh gelar juara?


















