Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Shayne Pattynama Rasakan Istimewanya Ramadan di Indonesia

Shayne Pattynama Rasakan Istimewanya Ramadan di Indonesia
Shayne Pattynama ikut ngabuburit bersama FC Mobile di M Bloc. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Intinya Sih

  • Shayne Pattynama mengungkapkan bahwa Ramadan selalu dekat dengannya, namun di Indonesia ia merasakan suasana bulan suci ini jauh lebih kuat dan hidup dibanding negara lain.
  • Ia menemukan perspektif menarik dari para pemain yang berpuasa, karena justru merasa mendapat energi tambahan meski secara logika seharusnya lelah saat menjalani latihan.
  • Shayne menyampaikan kekagumannya terhadap disiplin dan komitmen para atlet yang tetap berpuasa di tengah cuaca panas serta jadwal latihan padat selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bagi penggawa Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, Ramadan adalah sesuatu yang tak pernah jauh darinya. Namun, baru di Indonesia ini, magisnya terasa begitu kuat sebagai sebuah bulan suci.

Shayne mengaku, sebelum ke Indonesia, sudah terbiasa dengan Ramadan. Banyak temannya beragama Islam yang berpuasa. Bahkan, dia juga sempat coba menjalankan ibadah puasa sebelumnya.

"Banyak teman saya yang beragama Islam dan tetap berlatih serta beraktivitas selama Ramadan. Sebelum ke Indonesia, saya juga sudah cukup terbiasa melihat dan memahami Ramadan," ujar Shayne saat ditemui awak media.

1. Merasakan perbedaan Ramadan di Indonesia

-
Shayne Pattynama usai Persija melawan Persita di Indomilk Arena, Jumat (30/1/2026). (IDN Times/Tino).

Kini, Shayne merasakan betul bedanya atmosfer Ramadan di Indonesia dibandingkan negara-negara lain. Di Indonesia, suasana Ramadan terasa lebih kuat dan hidup.

"Ya, tentu ada perbedaan. Di Indonesia, lebih banyak orang yang menjalankan Ramadan karena mayoritas penduduknya Muslim. Suasana Ramadan di sini terasa lebih kuat dan lebih hidup," kata Shayne.

2. Melihat perspektif menarik dari Ramadan

WhatsApp Image 2026-02-22 at 19.33.33.jpeg
Suasana Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Minggu (22/2/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sering bersinggungan dengan pemain yang berpuasa Ramadan, Shayne menemukan perspektif menarik. Ada pemain yang merasa mendapatkan energi tambahan dengan berpuasa, dan baginya hal tersebut justru menarik karena berkebalikan dengan logika.

"Menurut saya, Ramadan adalah bulan suci yang justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain yang menjalaninya dengan penuh keyakinan. Itu perspektif yang sangat menarik dan positif," ujar Shayne.

3. Angkat topi bagi mereka yang berpuasa

WhatsApp Image 2026-02-22 at 19.33.32-2.jpeg
Suasana Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Minggu (22/2/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Lebih lanjut, Shayne angkat topi bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa saat Ramadan, terutama para atlet. Baginya, mereka menjalankan komitmen dan disiplin sepenuhnya.

"Puasa Ramadan bisa berlangsung sekitar 12 jam, dan itu jelas tidak mudah, apalagi bagi atlet. Saya selalu kagum dengan disiplin dan komitmen mereka, terlebih cuaca di sini cukup panas," ujar Shayne.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More