- Gunakan cooler eksternal agar suhu HP makin stabil dan akhirnya performa meningkat
- Hapus aplikasi yang tidak berguna atau sudah tak terpakai
- Restart HP secara berkala agar sistem selalu sehat
- Lakukan update software secara berkala agar keamanan, privasi, dan performa HP meningkat
- Hapus file atau berkas yang sudah tidak berguna, pastikan storage HP masih memiliki banyak ruang
- Nyalakan Game Mode di Pengaturan ketika akan bermain game
- Matikan fitur yang memakan banyak tenaga dan daya
- Atur berbagai fitur di Pengaturan yang fungsinya untuk meningkatkan performa
Mengapa Performa HP Berbeda meski Pakai Chipset yang Sama?

- Performa HP dengan chipset sama dapat berbeda karena optimalisasi software menentukan kemampuan chipset, mencegah panas berlebih, dan menjaga kelancaran game, rendering, benchmark, serta multitasking.
- Kapasitas RAM dan jenis storage turut menentukan hasil: RAM kecil atau eMMC bisa memicu bottleneck, sedangkan RAM besar dan UFS cepat mempercepat aplikasi, multitasking, serta penyimpanan.
- Sistem pendingin dan kondisi penggunaan memengaruhi performa; panas dari aktivitas berat, pengisian daya, atau lingkungan dapat menurunkan kinerja, sementara jaringan stabil penting saat bermain game online.
Chipset adalah salah satu penentu utama performa HP. Jika pakai chipset berkualitas maka HP akan menghadirkan performa terbaik. Alhasil, kamu bisa melakukan rendering video, membuka aplikasi, melakukan multitasking, dan bermain game dengan lancar. Namun, ada kalanya performa HP mengalami perbedaan, bahkan jika menggunakan chipset yang sama sekali pun.
Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari optimalisasi software, perbedaan spesifikasi, hingga sistem pendingin yang dipakai di HP itu sendiri. Mau tahu lebih dalam mengapa performa HP berbeda meski pakai chipset yang sama? Simak artikel berikut, yuk!
1. Tiap HP punya optimalisasi software yang berbeda

ilustrasi HP (unsplash.com/Anthony Choren) Performa HP dan chipset tak hanya dipengaruhi oleh hardware itu sendiri, tapi software juga memiliki andil yang besar. Laman Times of India menerangkan bahwa HP dengan optimalisasi software yang baik bisa mengeluarkan potensi maksimal dari chipset. Di sisi lain, HP dengan optimalisasi software yang buruk justru akan menghambat performa dari chipset hingga memicu throttling.
Optimalisasi software yang baik membuat performa chipset tidak tertahan, mampu mencegah overheat (panas berlebih), hingga memperlancar berbagai kegiatan (game, pengetesan benchmark, rendering, hingga multitasking). Software dan hardware juga harus memiliki sinkronisasi yang baik agar tidak terjadi eror atau masalah kompatibilitas yang nantinya akan berpengaruh pada performa.
2. Penggunaan RAM dan storage yang berbeda

ilustrasi HP (unsplash.com/TechieTech Tech) Chipset ngebut harus didukung oleh komponen lain, khusunya RAM dan storage. Jika chipset ngebut dipasangkan dengan RAM 4GB atau storage bertipe eMMC, HP akan mengalami bottleneck dan performanya tak akan optimal. Sementara itu, HP yang dipasangkan dengan RAM besar hingga 16GB dan storage ngebut seperti UFS 4.1 pasti bisa mengoptimalkan performa chipset-nya. Laman Buy Mobile menerangkan bahwa RAM besar dan storage ngebut bisa bikin HP membuka aplikasi dengan cepat, mampu menjalankan banyak tugas sekaligus, serta meningkatkan proses penyimpanan data.
3. Sistem pendingin berpengaruh terhadap performa

ilustrasi HP (unsplash.com/James Yarema) Dilansir Make Us Of, semua HP memiliki satu masalah yang sama, yaitu overheat. Selama pengetesan benchmark, membuka aplikasi berat, atau bermain game hal tersebut bisa terjadi karena chipset dipaksa bekerja dengan maksimal. Di sinilah sistem pendingin atau cooling system bertugas untuk menstabilkan suhu dan membuat performa makin optimal.
Meski begitu, tiap HP menggunakan sistem pendingin yang berbeda. Sistem pendingin yang paling umum adalah menggunakan cairan (liquid), entah itu lewat sistem vapor chamber atau liquid cooling. Ada juga beberapa HP yang menggunakan pendingin kipas atau fan cooling. Tiap sistem pendingin memiliki kemampuan pendinginan yang berbeda, pada akhirnya berpengaruh ke performa.
4. Faktor eksternal juga berpengaruh pada performa

ilustrasi HP (unsplash.com/Grabster) Faktor eksternal seperti paparan panas menjadi salah satu hal utama yang bikin performa HP berbeda meski pakai chipset yang sama. HP yang digunakan di ruangan ber-AC pasti bisa memberikan performa lebih optimal karena suhunya terjaga. Sementara itu, HP yang digunakan di luar ruangan atau sambil dicas performanya akan menurun karena HP terpapar panas dan mengalami overheat.
Selain panas, faktor eksternal lain adalah jaringan internet. Ketika bermain game online jaringan internet yang stabil sangat berpengaruh terhadap performa entah itu angka FPS atau grafis game itu sendiri. Usahakan pakai Wi-Fi yang ngebut atau gunakan kartu SIM dengan jaringan luas.
5. Cara meningkatkan performa HP

ilustrasi HP (unsplash.com/Andrey Matveev) Kamu bisa memaksimalkan dan meningkatkan performa HP dengan beberapa cara yang terbilang mudah. Ada yang gratis, tapi ada juga yang mengharuskanmu membeli aksesoris tambahan. Mau tahu apa saja caranya? Di bawah rinciannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Sekarang kamu sudah tahu mengapa performa HP berbeda meski pakai chipset yang sama. Jadi, jangan heran jika HP teman kamu lebih ngebut di beberapa situasi. HP juga harus dirawat dan dijaga agar performanya tetap optimal. Seiring berjalannya waktu performa HP juga bisa menurun karena termakan usia. Jika performanya sudah menurun drastis maka sudah waktunya bagimu untuk ganti HP.





















