5 Spesifikasi yang Sebaiknya Dihindari dari HP Mid-Range

- Artikel membahas spesifikasi yang sebaiknya dihindari saat membeli HP mid-range agar performa dan pengalaman pengguna tetap optimal.
- Beberapa hal yang perlu dihindari meliputi memori eMMC, RAM 4 GB, chipset 4G, refresh rate rendah, serta kamera gimik beresolusi kecil.
- Konsumen disarankan lebih teliti memilih HP dengan spesifikasi efisien dan fitur relevan, bukan sekadar tergiur promosi atau jumlah kamera.
Demi menegaskan relevansi terhadap tren yang kian berkembang, HP mid-range terus meningkatkan spesifikasi dan fiturnya. Peningkatan layar, chipset, hingga kapasitas baterai menjadi beberapa aspek yang terlihat mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Agar bisa mendapat HP mid-range berkualitas, kamu juga harus memilih perangkat terbaik.
Ada beberapa spesifikasi yang harus dihindari di HP mid-range. Salah satunya adalah memori eMMC yang bikin proses buka tutup aplikasi jadi makin lemot. Chipset 4G juga harus di-blacklist karena jaringannya yang mulai usang dan kemampuan perekaman videonya yang rendah. Kamera gimik seperti 2 MP macro juga tak usah dipedulikan. Tak paham mengenai semua hal tersebut? Tenang, di bawah ini akan dijelaskan apa spesifikasi yang sebaiknya dihindari dari HP mid-range.
1. Memori eMMC

eMMC (Embedded Multi-Media Card) merupakan jenis memori HP yang kecil dan umumnya dipakai di kelas entry level Rp1 jutaan. Dilansir Prodigy Technovations, eMMC lebih lambat daripada memori UFS (Universal Flash Storage). Maka dari itu, jika HP mid-range menggunakan eMMC, maka pekerjaan terasa berat, buka tutup aplikasi menjadi lebih lambat, dan kegiatan gaming tak akan berjalan maksimal.
Kecepatan baca eMMC hanya sekitar 140-250 MB/s. Sementara itu, kecepatan tulisnya di angka 50-125 MB/s. Di sisi lain, kecepatan baca UFS sekitar 350–4200 MB/s. Kemudian, kecepatan tulis UFS bisa mencapai 125–2800 MB/s, berkali-kali lipat lebih cepat dari eMMC. Tak hanya itu, UFS juga lebih hemat daya, canggih, dan ringkas. Jadi, sebisa mungkin hindari memori eMMC di HP mid-range.
2. RAM 4GB

Kapasitas RAM bukan satu-satunya hal yang menentukan performa HP mid-range. Namun, kamu tak boleh membeli HP mid-range dengan RAM yang terlalu kecil seperti 4 GB. Dilansir Android Authority, RAM 4 GB sudah tidak optimal untuk beberapa kegiatan seperti multitasking. Jika menggunakan RAM 4 GB, HP akan terasa lemot, buka tutup aplikasi terasa lambat, dan game tak bisa berjalan optimal.
Minimal kamu harus membeli HP mid-range dengan RAM 8 GB. Misal pun budget benar-benar tipis, kamu bisa membeli HP dengan RAM 6 GB, tetapi hal tersebut kurang disarankan. Sebab RAM 6 GB hanya cocok untuk kegiatan ringan, tidak ideal buat produktivitas, dan kurang maksimal jika digunakan untuk bermain game. Biasanya RAM 4 GB sering ditemukan di HP entry level yang murah.
3. Chipset 4G

Saat ini mulai banyak HP yang mendukung jaringan 5G, khususnya dari lini mid-range. Kemampuan menangkap jaringan 5G adalah milik chipset itu sendiri. Umumnya, HP mid-range seperti Samsung Galaxy A55 5G dan REDMI Note 14 Pro 5G sudah mendukung jaringan tersebut. Di sisi lain, hanya sedikit HP mid-range yang masih menggunakan jaringan 4G.
Chipset 5G memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan chipset 4G. Contohnya, performa chipset 5G lebih tinggi. Hal itu dibuktikan dari clock speed mencapai 2.8 GHz dan skor AnTuTu v10 di angka 800 ribuan. Chipset 5G juga mampu merekam video hingga resolusi 4K. Sementara itu, chipset 4G seperti Snapdragon 685 dan MediaTek Helio G100 hanya bisa merekam video di resolusi 1080p atau 2K.
4. Refresh rate rendah

Dilansir HONOR, refresh rate merujuk pada seberapa banyak gambar yang bisa ditampilkan di layar dalam waktu satu detik. Semakin tinggi angka refresh rate, maka gerakan layar jadi lebih mulus dan halus. Refresh rate diukur menggunakan satuan hertz (Hz). Di HP mid-range, kamu harus memilih ponsel dengan refresh rate tinggi, seperti 90, 120, atau 144 Hz. Jangan memilih HP dengan refresh rate rendah seperti 60 Hz. Tak cuma membuat layar patah-patah, refresh rate rendah juga tak mampu memaksimalkan performa game dan akhirnya pengalaman penggunaan menjadi kurang optimal.
5. Kamera gimik

Sekarang banyak HP yang memiliki tiga hingga empat kamera. Uniknya, kamera sebanyak itu tak semuanya berfungsi. Ada beberapa kamera gimik yang tidak berguna. Dilansir Android Police, salah satunya adalah kamera bokeh atau portrait. Kamera tersebut menjadi gimik karena kebanyakan HP mid-range modern lebih mengandalkan processing software untuk mendapatkan efek bokeh.
Kamera macro juga merupakan gimik, sebab ia tak mampu menangkap foto yang jernih dan cerah. Biasanya kamera gimik ditandai dengan beberapa hal, seperti ukuran sensor yang kecil dan resolusi rendah seperti 2 MP. Tak perlu mencari HP mid-range dengan kamera terbanyak. Sebaliknya, carilah HP dengan kamera berkualitas, sensor besar, dan stabilisasi yang optimal.
Memilih HP mid-range bukan perkara yang mudah. Berbagai aspek, spesifikasi, dan hal kecil harus diperhatikan dengan saksama. Jangan semena-mena percaya pada iklan di TV atau rayuan manis penjual di toko HP karena ada beberapa spesifikasi yang sebaiknya dihindari dari HP mid-range. Sebagai konsumen yang cerdas, kamu harus mencari spesifikasi HP di internet atau menonton ulasan yang bertebaran agar makin yakin dan tak tertipu saat membeli HP.

















