Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dilantik Dewan Pendidikan Nasional, Handi Pakai AI Cetak Generasi Emas

Dilantik Dewan Pendidikan Nasional, Handi Pakai AI Cetak Generasi Emas
Pelantikan Dewan Pendidikan Nasional Handi Irawan (dok. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)
Intinya Sih
  • Handi Irawan Djuwadi resmi dilantik oleh Menteri Abdul Mu’ti sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026–2031, membawa pengalaman luas di bidang bisnis, riset, dan teknologi.
  • Selain aktif di dunia bisnis, Handi juga berperan penting dalam organisasi pendidikan seperti Majelis Pendidikan Kristen dan Dewan Pendidikan Tinggi, menunjukkan kolaborasi lintas bidang dalam pengembangan pendidikan nasional.
  • Handi menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat proses pembelajaran lebih adaptif demi mempersiapkan generasi emas Indonesia yang siap menghadapi tantangan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., resmi melantik Handi Irawan Djuwadi sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) periode 2026–2031.

Handi dikenal luas sebagai CEO Frontier yang aktif di bidang pemasaran, riset, dan teknologi. Dirinya adalah penggagas sejumlah inisiatif nasional, antara lain Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, Hari Media Sosial, dan Hari Inovasi Indonesia.

Bukan cuma seorang pebisnis

Selain kiprah Handi di dunia bisnis dan pemasaran, dia juga telah lama terlibat dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Meskipun berasal dari dunia bisnis dan riset, bukan dari disiplin ilmu pendidikan, Handi Irawan aktif berkontribusi dalam berbagai inisiatif dan organisasi yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan nasional.

Saat ini Handi menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK), sebuah organisasi yang menaungi sekolah-sekolah Kristen di seluruh Indonesia. Ia juga menjadi anggota Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Keterlibatannya di dua lembaga strategis yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan nasional, yakni Dewan Pendidikan Nasional (DPN) dan Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), menunjukkan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan dapat datang dari berbagai latar belakang. Hal ini sekaligus mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas bidang untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia.

Keterlibatan Handi di dunia pendidikan juga terlihat dari perannya sebagai Dewan Penasihat di berbagai asosiasi pendidikan nasional, antara lain Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BKPTKI), dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BMPTKKI).

AI jadi perspektif baru proses pembelajaran

ilustrasi dunia pendidikan (pexels.com/Max Fischer)
ilustrasi dunia pendidikan (pexels.com/Max Fischer)

Handi menyampaikan harapannya agar pengalaman di dunia bisnis dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional. 

“Saya berharap, sebagai pelaku bisnis yang memiliki passion di bidang pendidikan, saya dapat memberikan masukan bagi kebijakan pendidikan Indonesia agar semakin berkualitas. Apalagi dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Dengan latar belakang kuat di dunia bisnis, riset, dan pendidikan, kehadiran Handi di Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Asta Cita Presiden

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyebut bahwa Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat menjadi mitra strategis kementerian dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, sekaligus membantu mewujudkan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Kehadiran setiap anggota, termasuk Handi, sangat krusial karena setiap individu membawa keahlian, pengalaman, dan perspektif unik yang dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang komprehensif. Dengan kolaborasi di antara 13 tokoh ini, DPN diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan Indonesia secara strategis dan berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More