Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah di Malaysia Ada Istilah Ngabuburit?

Apakah di Malaysia Ada Istilah Ngabuburit?
Bazar Ramadan Sejati Walk, Sandakan, Sabah, Malaysia (commons.wikimedia.org/Tofeiku)
Intinya Sih
  • Ngabuburit di Indonesia berasal dari bahasa Sunda yang berarti bersantai menunggu waktu sore, kini identik dengan kegiatan menunggu azan Maghrib selama Ramadan.
  • Di Malaysia, istilah ngabuburit tidak digunakan karena kata “burit” bermakna vulgar; masyarakat lebih mengenal kegiatan serupa dengan sebutan Bazar Ramadan atau persiapan iftar.
  • Bazar Ramadan di Malaysia menjadi ajang berburu takjil dan buka puasa bersama di ruang terbuka, menggambarkan tradisi menunggu waktu berbuka yang mirip dengan ngabuburit di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu tentu sudah gak asing lagi dengan ngabuburit, kan? Istilah tersebut lekat dengan aktivitas menunggu azan Maghrib yang sering dilakukan pada bulan Ramadan. Biasanya, ngabuburit diisi dengan berbagai kegiatan ringan yang menyenangkan, seperti berburu takjil, berjalan santai, hingga menghadiri acara keagamaan.

Namun, ketika berkunjung ke Malaysia, sebaiknya pertimbangkan lagi sebelum menggunakan istilah ngabuburit. Meski banyak kesamaan, termasuk bahasa, maknanya dapat berbeda. Lantas, apakah ada istilah ngabuburit di Malaysia? Mari kita ulik!

1. Asal-usul istilah ngabuburit di Indonesia

ilustrasi ngabuburit di masjid
ilustrasi ngabuburit di masjid (commons.wikimedia.org/Pandjisaputra94)

Istilah ngabuburit di Indonesia berasal dari bahasa Sunda, ngalantung ngadagoan burit, yang artinya bersantai sambil menunggu waktu sore. Kata dasarnya burit, merujuk pada waktu sore setelah Asar hingga sebelum matahari terbenam. Kini, sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ngabuburit memiliki makna lebih spesifik, yakni kegiatan menunggu azan Maghrib menjelang berbuka puasa pada bulan Ramadan.

Tradisi ngabuburit mulai dikenal pada 1980-an. Kemudian berkembang seperti sekarang yang dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menikmati momen Ramadan yang hadir satu tahun sekali.

Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa. Di balik berbagai kegiatan tersebut, terdapat pereratan tali silaturahmi maupun berbagi rezeki. Selain itu, juga menjadi budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

2. Apakah ada istilah ngabuburit di Malaysia?

ilustrasi berbuka bersama di masjid
ilustrasi berbuka bersama di masjid (commons.wikimedia.org/Muhamad_Izzul_Fiqih)

Meski serumpun dan menggunakan bahasa yang mirip, ternyata ngabuburit punya makna berbeda di Malaysia. Kata burit dalam bahasa Malaysia cukup vulgar, berarti pantat. Jadi, sebaiknya kamu menghindari penggunaan istilah ngabuburit saat berada di sana.

Orang Malaysia lebih sering menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa dengan istilah Bazar Ramadan. Sebab, identik dengan adanya pasar takjil skala besar. Kemudian, masyarakat setempat akan memanfaatkan waktu menunggu azan Magrib dengan berburu takjil.

Ada pula yang menyebutnya sebagai persiapan untuk iftar. Sebutan itu merujuk pada aktivitas berbuka di masjid atau menghabiskan waktu sore hari di masjid. Biasanya, akan ada pembagian bubur lambuk di sejumlah masjid, seperti Masjid Jamek atau Masjid India. 

3. Tradisi Bazar Ramadan jadi ngabuburit versi Malaysia

ilustrasi dagangan di Bazar Ramadan
ilustrasi dagangan di Bazar Ramadan (commons.wikimedia.org/Folklore_Fusion_Focus)

Bazar Ramadan di Malaysia mirip berburu takjil di Indonesia. Area sekitar masjid besar atau jalan raya tertentu akan dipenuhi deretan pedagang yang menjual juadah atau takjil hingga aneka hidangan utama. Kamu dapat menjumpainya setiap sore hari selama bulan Ramadan di berbagai daerah di Negeri Jiran.

Aktivitas lain untuk menunggu waktu berbuka puasa di Malaysia adalah buka puasa bersama di padang rumput. Masyarakat datang bersama orang terdekat, menggelar tikar, dan membawa makanan sendiri untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa. Tradisi ini dapat dijumpai di Dataran Merdeka.

Kesimpulannya, aktivitas ngabuburit di Malaysia mirip dengan di Indonesia. Namun, istilah yang digunakan berbeda, masyarakat setempat lebih akrab dengan sebutan Bazar Ramadan. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More