16 Tahun Berkembang, Begini Perjalanan Bisnis Summarecon di Bekasi

- Summarecon Bekasi berkembang sejak 2010 dengan pembangunan Flyover KH Noer Ali dan proyek hunian besar, menjadikannya kawasan terpadu yang menggabungkan tempat tinggal, bisnis, serta gaya hidup modern.
- Peresmian Summarecon Mall Bekasi pada 2013 menjadi tonggak penting pertumbuhan ekonomi wilayah, diikuti pengembangan BCBD dan rencana SMB tahap dua dengan konsep Rooftop Sports & Wellness Center.
- Kini Summarecon Bekasi telah mencapai 70 persen pembangunan dari total 270 hektar lahan, menghadirkan fasilitas lengkap dan menjadi ikon kota mandiri serta destinasi utama warga Bekasi dan sekitarnya.
Bekasi, IDN Times - Summarecon Bekasi telah genap berusia 15 tahun, dan terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai kawasan terpadu di Kota Bekasi. Kini, Summarecon Bekasi tak lagi sekadar kawasan hunian baru, melainkan telah menjelma menjadi simbol pusat kehidupan urban yang dinamis dan modern di kawasan penyangga Ibu Kota.
Perkembangan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Sejak awal kehadirannya, Summarecon Bekasi dirancang sebagai kawasan yang mengintegrasikan hunian, bisnis, hingga fasilitas penunjang gaya hidup masyarakat urban.
Perjalanan ini dimulai pada 10 Maret 2010. Saat itu, Summarecon mulai membangun Flyover KH Noer Ali yang menghubungkan wilayah Utara dan Selatan Kota Bekasi. Infrastruktur ini menjadi salah satu tonggak penting dalam membuka aksesibilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
Pembangunan flyover tersebut juga menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Jalan Ir. H. Juanda, khususnya di area Stasiun Bekasi yang dikenal sebagai titik kepadatan kendaraan. Kehadiran infrastruktur ini memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
Flyover Ahmad Yani memiliki spesifikasi panjang 130 meter dan lebar 22 meter dengan empat lajur jalan. Flyover itu juga dibangun tanpa tiang penyangga yang melintas di atas rel kereta api, sehingga dinilai sebagai salah satu konstruksi yang inovatif pada masanya.
1. Jual 2.247 unit hunian dalam waktu 12 jam

Masih pada tahun yang sama, Summarecon mulai mengembangkan proyek hunian tapak dengan total 3.183 unit yang tersebar di 12 cluster. Selain itu, dibangun pula empat tower apartemen dengan total 4.824 unit untuk menjawab kebutuhan hunian vertikal.
Pada penjualan perdananya, Summarecon berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menjual sebanyak 2.247 unit dari tiga tower yang diluncurkan, yakni Tower Azolla, Basella, dan Caldesia, hanya dalam waktu 12 jam. Pencapaian ini menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap kawasan tersebut.
Tak hanya fokus pada hunian, Summarecon juga mulai mengembangkan fasilitas komersial dengan membangun 807 unit ruko serta pusat perbelanjaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) pada tahap awal pengembangannya. Kehadiran fasilitas ini semakin memperkuat konsep kawasan terpadu yang diusung.
Setelah Flyover Ahmad Yani diresmikan pada 2013, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bekasi Utara terus menunjukkan tren positif. Kawasan ini pun mulai berkembang pesat dan tidak lagi tertinggal dibandingkan wilayah Bekasi Selatan.
2. SMB diresmikan pada 2013

Kehadiran Summarecon Mall Bekasi (SMB) tahap pertama yang diresmikan pada Jumat, 28 Juni 2013, menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan kawasan. Pusat perbelanjaan ini menjadi alternatif hiburan sekaligus destinasi gaya hidup bagi masyarakat Kota Bekasi.
SMB tahap pertama memiliki luas bangunan mencapai 80.000 meter persegi dengan luas area penyewaan sebesar 50.768 meter persegi. Bangunan ini terdiri dari empat lantai utama dan satu lantai basement, serta dilengkapi kapasitas parkir hingga 3.200 mobil dan 3.200 motor.
Selain itu, Summarecon juga mengembangkan kawasan Bekasi Central Business District (BCBD) yang menjadi magnet baru bagi masyarakat. Kawasan ini menawarkan pengalaman kuliner di tepi danau dengan berbagai tenant ternama, sehingga menjadi salah satu destinasi favorit warga.
Seiring waktu, Summarecon terus melakukan inovasi. Pada Februari 2026, pengembang kembali menghadirkan gebrakan dengan meresmikan SMB tahap dua yang mengusung konsep Rooftop Sports & Wellness Center.
Konsep ini menghadirkan pengalaman berbeda, di mana pengunjung dapat berbelanja, berkuliner, hingga berolahraga dalam satu kawasan terpadu.
3. Kondisi Summarecon Bekasi terkini

Kini, Summarecon telah menjelma sebagai lokasi bisnis dan hiburan bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya. Kawasan ini tidak hanya menawarkan pusat perbelanjaan, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga showroom otomotif.
Keberadaan fasilitas yang lengkap menjadikan Summarecon Bekasi sebagai salah satu kawasan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu lokasi. Hal ini sejalan dengan konsep kota mandiri yang diusung oleh pengembang.
“Saat ini Summarecon Bekasi sudah menjadi ikon dan destinasi, bukan hanya oleh warga Bekasi, namun juga kota lain di sekitarnya. Mulai dari destinasi pendidikan, karena fasilitas pendidikan berkualitas di sini sudah lengkap. Kemudian destinasi kuliner seperti La Terrazza, Bekasi Food City, hingga La Spezia di kawasan Bekasi Central Business District (BCBD)," kata Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Magdalena Juliati, dikutip IDN Times, Kamis, 9 April 2026.
Magdalena juga menyampaikan, Summarecon Bekasi telah mencapai 70 persen pembangunan dari total lahan seluas 270 hektar. Pencapaian ini menunjukkan progres signifikan dalam pengembangan kawasan yang terus berkelanjutan.
Ke depan, Summarecon Bekasi akan terus menghadirkan inovasi hunian dan komersial dengan nilai yang terus bertumbuh. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pembangunan tersebut juga diharapkan mampu menaikkan citra Summarecon Bekasi sebagai kawasan premium dan berkelas. Selain itu, kawasan ini turut berkontribusi dalam mendorong Kota Bekasi menuju konsep New Metropolis City.
"Melalui konsep Live, Work, Play, Summarecon Bekasi telah berkembang menjadi ruang bertemu dan bertumbuh bagi berbagai komunitas," kata Magdalena.


















