Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Airbus Recall 6 Ribu A320, 38 Pesawat di Indonesia Terdampak

Airbus Recall 6 Ribu A320, 38 Pesawat di Indonesia Terdampak
Pesawat Airbus A320. (unsplash.com/gabrielgoncalves)
Intinya sih...
  • Kemenhub instruksikan pesawat miliki ELAC
  • Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan enam maskapai
  • Maskapai lakukan perbaikan pesawat terdampak 3-5 hari
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, 36 pesawat Airbus A320 yang digunakan maskapai Indonesia terdampak recall usai perusahaan manufaktur pesawat Eropa itu menarik 6.000 pesawat jenis A320 untuk perbaikan perangkat lunaknya.

Hal tersebut dilakukan menindaklajuti arahan Kelaikudaraan Darurat Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) yang dikeluarkan pada 28 November 2025 dan berlaku efektif 29 November 2025 pukul 23.59 UTC atau 30 November 2025 pukul 06.59 WIB.

1. Ditjen Hubud instruksikan pesawat miliki ELAC

Airbus Recall 6 Ribu A320, 38 Pesawat di Indonesia Terdampak
ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Dikshit Thakuria)

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub menginstruksikan kepada seluruh operator penerbangan di Tanah Air agar pesawat yang dioperasikan memiliki komputer Aileron Elevator (ELAC) yang layak pakai sebelum penerbangan selanjutnya. Arahan ini didasarkan pada pesan Airbus pada 28 November 2025 kepada semua operator penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, terkait arahan EASA, regulator penerbangan di seluruh dunia termasuk Ditjen Hubud akan mengadopsi mandat EASA.

"Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan juga armada sejenis di seluruh dunia," kata Lukman dalam keterangan resminya, Sabtu (29/11/2025).

2. Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan enam maskapai

Airbus Recall 6 Ribu A320, 38 Pesawat di Indonesia Terdampak
Pelita Air mendatangkan satu unit pesawat Airbus A320 berkode registrasi PK-PWO. (Dok. Pertamina)

Lukman menjelaskan, Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan enam maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat terbang jenis A320. Keenam maskapai tersebut, yakni Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia Airasia, Pelita Air dan Transnusa.

Adapun total pesawat sebanyak 207 unit, dan yang beroperasi 143 pesawat, sedangkan pesawat yang terdampak perintah Kelaikudaraan berjumlah 38 pesawat. Jumlah ini sekitar 26 persen dari total pesawat yang beroperasi.

3. Maskapai lakukan perbaikan pesawat terdampak 3-5 hari

Airbus Recall 6 Ribu A320, 38 Pesawat di Indonesia Terdampak
ilustrasi pesawat akan mendarat (pexels.com/wirestock)

Sementara itu, pihak maskapai sedang melakukan perbaikan pesawat yang terdampak untuk memenuhi perintah Kelaikudaraan, dan segera melakukan mitigasi jika terjadi penundaan maupun pembatalan penerbangan. Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 hari sejak informasi diterbitkan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2025 agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing airline," tutur Lukman.

Dia juga menyampaikan agar seluruh pengelola bandar udara dan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian operasional secara cermat apabila terjadi penundaan (delay) dan pembatalan (cancel) penerbangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan sebagai aspek utama serta memastikan seluruh prosedur mitigasi risiko dijalankan secara konsisten.

Sebagai informasi Airbus mengumumkan kewajiban pembaruan perangkat lunak mendadak untuk sekitar 6.000 pesawat seri A320 di seluruh dunia. Keputusan ini muncul setelah terdeteksi radiasi matahari ekstrem bisa mengganggu data penting pada sistem kendali terbang.

Dari 11.300 unit pesawat A320 yang masih aktif, lebih dari separuhnya masuk daftar wajib perbaikan. Airbus menyebut langkah tersebut berpotensi memicu gangguan bagi pelanggan serta penumpang.

"Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan," kata perusahaan, dikutip dari BBC.

Insiden pada 30 Oktober 2025 menjadi pemicunya ketika JetBlue Flight 1230 rute Cancun–Newark mendadak kehilangan ketinggian tanpa input dari pilot. Pesawat tersebut akhirnya mendarat darurat di Tampa, Florida. Kejadian itu membuat sedikitnya 15 penumpang harus dirawat di rumah sakit akibat luka-luka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Marak Bencana, Segini Anggaran BNPB hingga Basarnas di 2026

29 Nov 2025, 14:30 WIBBusiness