ilustrasi perusahaan Apple, perusahaan teknologi, smartphone, Apple store (unsplash.com/Trac Vu)
Daftar 10 perusahaan terbesar dunia pada 2026 menunjukkan bahwa kamu gak bisa lagi melihat perusahaan raksasa hanya dari satu sektor. Setelah Amazon dan Walmart di posisi pertama dan kedua, ada State Grid, UnitedHealth Group, Saudi Aramco, Apple, McKesson, Alphabet, CVS Health, dan China National Petroleum. Pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut berkisar dari sekitar US$402 miliar hingga US$555 miliar, atau kurang lebih Rp7,10 kuadriliun sampai Rp9,80 kuadriliun.
Kalau diperhatikan, sektor ritel, kesehatan, teknologi, energi, dan utilitas semuanya punya perwakilan di jajaran teratas. Amazon sendiri juga gak hanya mengandalkan bisnis belanja online karena AWS, iklan digital, dan bisnis lainnya ikut memperluas sumber pendapatannya. Jadi, keberhasilan Amazon menyalip Walmart bukan sekadar cerita tentang perusahaan e-commerce yang menjadi besar, tapi juga menggambarkan bagaimana model bisnis dan kebutuhan konsumen global terus berubah.
Amazon kini resmi berada di posisi pertama perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatan dengan angka sekitar US$716,9 miliar atau Rp12,66 kuadriliun. Walmart masih sangat dekat dengan US$713,2 miliar atau sekitar Rp12,59 kuadriliun, sehingga persaingan keduanya kemungkinan masih menarik untuk diperhatikan.
Kalau kamu melihat perjalanannya sejak 2020, perubahan ini memang cukup mencolok. Amazon yang dulu berada di peringkat kesembilan berhasil naik ke puncak, sementara perusahaan energi yang sebelumnya mendominasi mulai tergeser oleh ritel, teknologi, dan kesehatan. Dengan begitu, daftar perusahaan terbesar dunia pada 2026 gak hanya menunjukkan siapa yang punya pendapatan paling besar, tapi juga memberi gambaran tentang sektor bisnis mana yang semakin punya pengaruh dalam perekonomian global.