Arab Saudi Buka 31 Ribu Lowongan Imam dan Muazin, Begini Syaratnya!

- Mekanisme kerja paruh waktu mendukung fleksibilitas pegawai.
- Inisiatif ketenagakerjaan nasional menghasilkan 91 ribu posisi.
- Persyaratan pelamar dan proses pengajuan berkas.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi (Kementerian Urusan Islam) menawarkan 31 ribu posisi paruh waktu untuk imam masjid dan muazin yang dikhususkan bagi warga negara Saudi. Lowongan ini memakai skema “Sistem Imbalan” atau Makafa’at yang bersifat fleksibel sehingga pengabdian tak menuntut jam kerja penuh waktu. Dua kategori jabatan tersebut disiapkan untuk memperluas tenaga pendukung masjid di seluruh wilayah.
Pengumuman perekrutan dirilis pada Jumat (21/11/2025) oleh Menteri Urusan Islam, Syekh Dr. Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh. Informasi ini menjadi bagian dari upaya kementerian memperluas peluang kerja keagamaan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan masjid.
1. Mekanisme kerja paruh waktu mendukung fleksibilitas pegawai

Menteri Al-Sheikh menjelaskan bahwa posisi yang dibuka tak mengharuskan pelamar meninggalkan pekerjaan utama.
“Posisi baru ini tidak mengharuskan pekerjaan penuh waktu, sehingga pelamar dapat memiliki dua pekerjaan sekaligus,” katanya, dikutip dari Saudi Gazette.
Kebijakan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap fokus pada profesi atau usaha pribadi sambil menjalankan tugas pelayanan masjid.
Beliau menyampaikan bahwa kebijakan ini berada dalam payung dukungan pimpinan Kerajaan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pengelolaan masjid serta memperkuat tata kelola administrasi dan aspek teknis pada berbagai kantor cabang kementerian di seluruh negara.
2. Inisiatif ketenagakerjaan nasional menghasilkan 91 ribu posisi

Rencana Ketenagakerjaan Nasional dinyatakan selesai setelah delapan kontrak terakhir ditandatangani pada pekan ini. Berakhirnya program itu menutup rangkaian rekrutmen yang telah berjalan dalam beberapa tahap.
Sepanjang pelaksanaannya, program tersebut menghasilkan total 91 ribu lapangan kerja. Dari jumlah itu, sebanyak 60 ribu posisi telah terisi sebelumnya dan 31 ribu posisi baru disediakan khusus bagi imam dan muazin.
3. Persyaratan pelamar dan proses pengajuan berkas

Dilansir dari Times of India, pelamar harus merupakan warga negara Saudi berusia minimal 18 tahun, memiliki catatan perilaku baik, serta bebas dari vonis terkait kejahatan publik atau perbuatan memalukan. Kondisi fisik dan mental yang sehat juga menjadi syarat dasar, sementara pola kerja penuh waktu tak diwajibkan dalam program ini.
Calon imam wajib memenuhi standar sebagai qari’ yang mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid tepat. Untuk masjid kategori tinggi, persyaratan meliputi hafalan Al-Qur’an dalam jumlah besar serta penguasaan fikih Islam, terutama mengenai hukum ibadah dan tata cara salat di lingkungan masjid.
Berkas lamaran diserahkan langsung ke kantor cabang wilayah (Furoo’) Kementerian Urusan Islam. Proses seleksi berlangsung tatap muka, mencakup verifikasi dokumen hingga penilaian kualifikasi sesuai kebutuhan masjid.
Rekrutmen skala besar ini mendukung Visi Arab Saudi 2030 dengan memprioritaskan tenaga kerja nasional. Program ini juga memperluas kesempatan kerja inklusif dan menjaga standar tinggi bimbingan keagamaan di masjid tanpa mengganggu mata pencaharian utama warga.
















