Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang merilis paket kebijakan komprehensif untuk memperkuat ketahanan pasokan dan permintaan energi nasional di Tokyo pada Rabu (26/8/2026). Langkah strategis tersebut diambil oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi guna mengatasi ancaman krisis energi yang memicu ketidakstabilan pasokan minyak mentah di dalam negeri.
Kebijakan ini dirancang setelah Selat Hormuz mengalami blokade efektif menyusul eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026. Guna menghadapi hambatan tersebut, Tokyo berupaya mempercepat transisi hijau melalui optimalisasi energi nuklir serta mendiversifikasi jalur pengadaan bahan bakar yang bebas dari perlintasan Selat Hormuz.
