Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Ancam Setop Ekspor Energi ke Negara yang Tak Hargai Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (YouTube/Kementerian ESDM)
  • Bahlil Lahadalia membuka peluang menghentikan ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia.

  • Pemerintah tetap membuka kerja sama dan kontrak energi dengan negara yang memiliki hubungan saling menghargai.

  • Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan Indonesia dan hubungan antarnegara yang dibicarakan dengan baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
22/10/2026

Bahlil menyampaikan peluang evaluasi kontrak dan penghentian ekspor energi kepada negara yang tidak menghargai Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha–South.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bahlil Lahadalia membuka peluang menghentikan ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi.
  • Where?
    Pada peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha–South.
  • When?
    Kamis (22/10/2026).
  • Why?
    Karena pemerintah menilai hubungan antarnegara perlu dilandasi sikap saling menghargai dan tidak ingin Indonesia hanya didatangi saat negara lain membutuhkan pasokan energi.
  • How?
    Pemerintah akan mengevaluasi kontrak dengan negara yang tidak kooperatif dan mempertimbangkan tidak melakukan ekspor kepada negara tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahlil Lahadalia bilang Indonesia bisa menghentikan ekspor energi ke negara yang tidak menghargai Indonesia. Pemerintah juga bisa membuat kontrak dengan negara yang saling menghormati. Bahlil menyampaikan ini saat peresmian fasilitas gas. Ia ingin Indonesia tidak hanya didatangi ketika negara lain sedang membutuhkan energi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernyataan Bahlil menunjukkan pemerintah membuka ruang kerja sama energi dengan negara yang memiliki hubungan baik dan saling menghargai. Bahkan, negara yang belum memiliki kontrak tetap berpeluang mendapatkan kontrak baru. Sikap ini menempatkan hubungan timbal balik dan penghormatan terhadap kedaulatan sebagai pertimbangan dalam kerja sama energi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang menghentikan ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghargai Indonesia. Pemerintah juga akan mengevaluasi kontrak dengan negara yang tidak kooperatif dalam hubungan antarnegara.

Bahlil menyampaikan hal itu saat peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha–South, Kamis (22/10/2026).

"Ya, saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia," kata Bahlil dikutip dari saluran YouTube Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).

1. Negara yang saling menghargai bisa mendapat kontrak

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Pria yang juga Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi itu menyatakan pemerintah tetap membuka peluang kerja sama energi dengan negara yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia.

Bahkan, pemerintah bersedia membuat kontrak baru dengan negara yang belum memiliki kontrak, selama hubungan kedua negara dilandasi sikap saling menghargai.

"Kalau negara-negara yang menghargai Indonesia, yang kita saling menghargai, maka sekalipun mereka tidak punya kontrak, kita akan membuat kontrak dan kita akan kasih kepada mereka," ujar Bahlil.

2. Bahlil singgung negara yang datang saat butuh Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (YouTube/Kementerian ESDM)

Bahlil menegaskan Indonesia tidak ingin hanya didatangi negara lain ketika mereka membutuhkan pasokan energi. Menurutnya, persoalan antarnegara seharusnya dapat dibicarakan dengan baik tanpa mengabaikan sikap saling menghormati.

Dia juga mengingatkan Indonesia harus berpegang pada prinsip kedaulatan negara. Kemerdekaan Indonesia, kata Bahlil, diraih melalui perjuangan panjang sehingga kedaulatan negara harus dihormati.

"Jangan di saat mereka butuh baru mereka datang untuk memohon. Di saat ada persoalan lain yang sesungguhnya itu mampu dibicarakan dengan baik-baik seperti saudara yang tidak tahu adat aja. Ini yang kita tidak mau," tuturnya.

3. Bahlil ingatkan kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan panjang

ilustrasi bendera Indonesia (vecteezy.com/Muhammad Nur)

Bahlil menegaskan kemerdekaan Indonesia bukan hasil pemberian, melainkan diperjuangkan selama berabad-abad. Perjuangan tersebut menelan banyak korban jiwa dan diwarnai kerja paksa serta kekerasan seksual.

"Banyak yang dibunuh, banyak yang disuruh kerja paksa, banyak yang dilakukan pemerkosaan. Jadi kemerdekaan Indonesia diraih dengan cara keringat dan air mata serta nyawa," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article