Tekan Emisi, Industri Logistik Perluas Penggunaan Kendaraan Listrik

DHL Express Indonesia menggunakan 30 kendaraan listrik Wuling untuk kegiatan pengiriman di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Penggunaan kendaraan listrik diarahkan untuk menekan emisi operasional tanpa mengurangi kecepatan, keandalan, dan konektivitas layanan.
DHL Group menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030.
Jakarta, IDN Times - Isu lingkungan semakin menjadi perhatian dunia usaha di Indonesia. Kinerja lingkungan kini berkaitan erat dengan daya saing bisnis, investasi, dan ketahanan jangka panjang. Perusahaan pun mulai memperluas inisiatif lingkungan dalam kegiatan operasional dan rantai pasok.
Sebuah riset industri menunjukkan hampir tiga perempat organisasi di Indonesia telah memiliki anggaran khusus untuk program terkait lingkungan. Angka ini mencerminkan besarnya perhatian perusahaan terhadap isu lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan kondisi tersebut mendorong perusahaan logistik mencari cara untuk menekan emisi dari kegiatan operasional tanpa mengurangi kualitas layanan.
“Seiring berkembangnya jaringan perdagangan global, pelanggan semakin mengharapkan penyedia jasa logistik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga mampu menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya mengurangi dampak lingkungan," katanya dikutip Kamis (22/10/2026).
1. Perdagangan global dorong perusahaan tekan emisi

ilustrasi mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang (Unsplash,com/Matt Boitor) Berdasarkan DHL Global Connectedness Report 2026, Indonesia memiliki hubungan dagang yang kuat dengan sejumlah ekonomi utama di Asia dan dunia, terutama Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat.
Data terbaru DHL Globalization Tracker juga menunjukkan perdagangan intra-Asia terus menguat. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas akses ke pasar regional dan global.
Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya yang ditempuh perusahaan logistik untuk menekan emisi operasional. Dalam konteks ini, sebanyak 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range akan digunakan dalam kegiatan pengiriman DHL Express Indonesia di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Dari jumlah tersebut, 20 unit dialokasikan untuk Jakarta, delapan unit untuk Surabaya, serta masing-masing satu unit untuk Bandung dan Semarang. Penyerahan kendaraan berlangsung di fasilitas DHL Express Indonesia di Halim, Jakarta.
Langkah tersebut berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan dagang antarnegara dan meningkatnya perhatian pelaku usaha terhadap dampak lingkungan dari kegiatan bisnis.
"Kehadiran kendaraan listrik ini membantu kami mengurangi emisi dari aktivitas pengiriman sekaligus memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional,” ujar dia.
2. Transportasi darat jadi salah satu fokus pengurangan emisi

Polusi Emisi Gas Buang Kendaraan (Pexels / Khunkorn Laowisit) Bagi perusahaan logistik internasional, transportasi darat menghubungkan jaringan global dengan pelanggan di tingkat lokal. Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu cara untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasional sehari-hari, termasuk pada tahap akhir proses pengiriman.
"Penambahan armada ini merupakan langkah nyata dalam membangun operasional logistik dengan emisi yang lebih rendah di Indonesia, tanpa mengurangi kecepatan, keandalan, dan konektivitas layanan yang dibutuhkan pelanggan," tutur Ahmad.
Langkah tersebut memberi lebih banyak pilihan layanan bagi pelanggan, terutama ketika perusahaan mulai melakukan diversifikasi rantai pasok dan mencari peluang pertumbuhan di luar kota metropolitan utama. Surabaya dan Semarang, misalnya, semakin berperan sebagai pusat logistik dan perdagangan.
3. Transportasi ramah lingkungan jadi perhatian industri

ilustrasi kendaraan listrik (magnific.com/frimufilms) Kendaraan komersial listrik mulai digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis dan logistik di Indonesia. Sejumlah perusahaan mencari cara untuk mengurangi emisi di sepanjang rantai nilai mereka.
Di Indonesia, penggunaan kendaraan listrik dalam operasional pengiriman DHL Express kini mencapai 58 unit dari total 261 kendaraan operasional yang tersebar di berbagai wilayah.
Tren serupa juga terlihat di kawasan Asia Pasifik. DHL Express mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik untuk kegiatan penjemputan dan pengantaran kiriman sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan solusi logistik dengan emisi lebih rendah.
Secara global, DHL Group menargetkan pencapaian net-zero greenhouse gas emissions pada 2050. Perusahaan juga menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030, serta meningkatkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) hingga lebih dari 30 persen pada tahun yang sama.
"Ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional bisnis," kata Vice President of Wuling Motors Arif Pramadana.
Arif berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi operasional pengiriman sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.






















