Trump Umumkan Bantuan Petani Rp144 Triliun demi Imbangi Biaya Solar

- Presiden Donald Trump mengumumkan bantuan 8 miliar dolar AS atau Rp143,74 triliun bagi petani terdampak lonjakan harga solar, disalurkan sekali pada musim panen melalui program Harvest Fuel Relief.
- USDA akan menghitung pembayaran berdasarkan luas tanam, biaya produksi, hasil panen, dan harga komoditas; tarif komoditas utama diumumkan November, sementara petani non-Title I dapat melaporkan kenaikan biaya bahan bakar.
- Harga diesel nasional mencapai rata-rata 6,32 dolar AS per galon, sementara pendapatan bersih pertanian diproyeksikan turun 2,6 persen; pengamat menilai penyelesaian konflik Iran dan penghentian tarif lebih menguntungkan petani.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memberikan bantuan sebesar 8 miliar dolar AS atau setara Rp143,74 triliun (kurs Rp17.967) kepada para petani yang terdampak oleh rekor kenaikan harga bahan bakar diesel. Pengumuman tersebut disampaikan Trump dalam sebuah rapat umum di Kansas pada Senin (19/10/2026) malam waktu setempat.
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengonfirmasi bahwa bantuan ini disalurkan melalui program baru bernama Harvest Fuel Relief sebagai pembayaran satu kali pada musim panen tahun ini. Program tersebut disiapkan untuk memberikan dukungan bagi produsen pertanian di tengah gangguan pasar sementara dan peningkatan biaya sarana produksi.
1. Skema penyaluran bantuan program Harvest Fuel Relief

ilustrasi mesin pemanen (pexels.com/Mark Stebnicki) Program Harvest Fuel Relief dijalankan berdasarkan kewenangan Commodity Credit Corporation Charter Act dan diadministrasikan oleh Farm Service Agency. USDA menjelaskan bahwa program ini akan menanggung sebagian estimasi kerugian petani pada tahun tanam 2026 dengan menggunakan formula seragam. Formula perhitungan tersebut memanfaatkan data luas lahan tanam yang dilaporkan kepada Farm Service Agency, estimasi biaya produksi dari Economic Research Service, serta data hasil panen dan harga dari laporan World Agricultural Supply and Demand Estimates.
USDA menyatakan bahwa besaran tarif pembayaran untuk komoditas utama Title I akan diumumkan pada November mendatang. Petani tidak diwajibkan memiliki asuransi tanaman pangan untuk memenuhi syarat kepesertaan dalam program ini. Produsen komoditas non-Title I, termasuk pembudidaya tanaman khusus dan nelayan, dipersilakan menyampaikan data peningkatan biaya bahan bakar mereka ke alamat pos elektronik kementerian.
Kementerian Pertanian juga menyarankan para petani untuk menyiapkan akun Login.gov yang tertaut dengan USDA sebelum pengumuman periode pendaftaran dimulai. Produsen yang memiliki akun tersebut nantinya dapat mengakses formulir pendaftaran yang telah terisi sebagian secara daring.
2. Tekanan lonjakan harga bahan bakar dan penurunan laba

ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar (pexels.com/Derwin Edwards) Tekanan finansial melanda para petani seiring lonjakan harga bahan bakar diesel yang menjadi penunjang operasional mesin-mesin pertanian. Berdasarkan data American Automobile Association yang dilansir CBS News, harga solar nasional rata-rata berada pada angka 6,32 dolar AS atau setara Rp113.551 per galon. Rata-rata tersebut naik tajam dibandingkan dengan harga setahun lalu yang berada di level 3,62 dolar AS atau setara Rp65.041 per galon.
Harga bahan bakar diesel di Amerika Serikat bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sebesar 6,53 dolar AS atau setara Rp117.325 per galon pada 22 September lalu. Menurut perkiraan USDA, pendapatan bersih sektor pertanian diproyeksikan turun 2,6 persen tahun ini bersamaan dengan naiknya biaya produksi sebesar 4,5 persen. Prakiraan kementerian pada September juga mencatat bahwa pengeluaran untuk bahan bakar dan minyak diperkirakan melonjak hampir 30 persen.
Sebelum pengumuman bantuan ini, Trump pada awal bulan telah menandatangani perintah eksekutif untuk melonggarkan batasan penggunaan solar bertanda merah bebas pajak. Langkah tersebut ditujukan untuk memangkas pengeluaran bahan bakar bagi kalangan petani dan pengemudi truk di lapangan.
3. Dukungan pejabat, rekam jejak program, dan suara pengamat

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertanian AS Brooke Rollins (The White House Official YouTube Account, Public Domain, via Wikimedia Commons) Menteri Pertanian Amerika Serikat Brooke Rollins menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil pemerintah. "Investasi 8 miliar dolar AS ini akan membantu membawa kepastian bagi para petani kita selama panen ini sehingga mereka dapat terus memberi makan bangsa kita," kata Rollins dalam pernyataan resminya. Sementara itu, dalam rapat umum di Kansas, Trump mengatakan, "Ketika Partai Republik menang, kami akan meloloskan lebih banyak pendanaan untuk para petani kita. Kami mencintai para petani kita".
Bantuan anyar ini melanjutkan dukungan finansial pemerintah sebelumnya, termasuk program Farmer Bridge Assistance yang menyalurkan 12 miliar dolar AS atau setara Rp215,60 triliun bagi lebih dari 560 ribu petani. Sekitar dua pekan lalu, hampir 14 miliar dolar AS atau setara Rp251,54 triliun pembayaran bruto juga diberikan melalui program Agriculture Risk Coverage dan Price Loss Coverage di bawah The Working Families Tax Cuts Act.
Di sisi lain, kepala ekonom dari Center on Budget and Policy Priorities, Gbenga Ajilore, berpendapat bahwa petani akan lebih diuntungkan oleh resolusi perang Amerika Serikat dengan Iran serta penghentian kebijakan tarif pemerintahan Trump. Ajilore menyebut penyelesaian tersebut berpeluang menurunkan harga energi di dalam negeri. Kepada CBS News, Ajilore mengatakan, "Bantuan ekonomi presiden kepada petani menjelang pemilu sela mengikuti pola sejak masa jabatan pertamanya: dia memberlakukan kebijakan yang merugikan petani, lalu membelanjakan uang pembayar pajak untuk mengimbangi kerusakan yang ditimbulkan kebijakannya".





















