Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan penurunan volume ekspor batu bara kepada Presiden Prabowo Subianto. Meski volume pengiriman ke luar negeri terkoreksi, nilai ekspor komoditas tersebut justru mengalami peningkatan.
Laporan itu disampaikan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Namun, momen tersebut baru diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).
Bahlil menyampaikan, volume ekspor batu bara Indonesia pada Januari hingga September 2026 mencapai 343 juta ton. Angka itu turun sekitar 30 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, saat ekspor tercatat sebesar 374 juta ton.
“Januari sampai September 2025, ekspor batu bara kita itu 374 juta. Sementara pada periode yang sama di Januari sampai September, itu menjadi 343 juta, terjadi koreksi kurang lebih sekitar 30 juta. Tetapi pendapatan negara kita naik,” ujar dia saat menyampaikan laporan kepada Prabowo.
