Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Lapor Prabowo Ekspor Batu Bara Turun
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (dok. Sekretariat Presiden)
  • Bahlil melaporkan volume ekspor batu bara turun sekitar 30 juta ton, tetapi nilai ekspornya meningkat menjadi 23,71 miliar dolar AS.

  • Realisasi PNBP Januari–Oktober 2026 mencapai Rp127,74 triliun dari target Rp133,63 triliun.

  • Laporan juga mencakup kenaikan ekspor nikel, stok BBM dan LPG, serta penanganan gangguan distribusi dan kelistrikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?
Vote Now
Januari hingga September 2025

Ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar 374 juta ton dengan nilai ekspor 21 miliar dolar AS.

Januari–Agustus 2025

Nilai ekspor nikel Indonesia mencapai 21,22 miliar dolar AS.

Januari hingga September 2026

Volume ekspor batu bara mencapai 343 juta ton, sedangkan nilai ekspornya meningkat menjadi 23,71 miliar dolar AS.

Rabu (21/10/2026)

Bahlil menyampaikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta.

Januari–Oktober 2026

Realisasi PNBP mencapai Rp127,74 triliun atau sekitar 98,42 persen dari target tahunan.

Hingga Agustus 2026

Nilai ekspor nikel Indonesia tercatat mencapai 24,55 miliar dolar AS.

Jumat (23/10/2026)

Momen sidang kabinet baru diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

kini

Pemerintah berupaya memastikan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?
Vote Now
  • What?
    Bahlil melaporkan penurunan volume ekspor batu bara, kenaikan nilai ekspor, realisasi PNBP, ekspor nikel, stok BBM dan LPG, serta kondisi kelistrikan.
  • Who?
    Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Laporan disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Laporan disampaikan pada Rabu (21/10/2026) dan momennya diunggah pada Jumat (23/10/2026).
  • Why?
    Untuk menyampaikan perkembangan ekspor, penerimaan negara, pasokan BBM dan LPG, serta kondisi kelistrikan kepada Presiden.
  • How?
    Bahlil menyampaikan data dan kondisi sejumlah sektor secara langsung dalam Sidang Kabinet Paripurna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?
Vote Now

Bahlil bercerita kepada Presiden Prabowo tentang batu bara yang dikirim ke luar negeri. Jumlah batunya berkurang, tetapi uang yang didapat bertambah. Ia juga bercerita tentang nikel, stok BBM, LPG, dan listrik. Masalah BBM di Bali sudah membaik, dan stoknya sudah cukup untuk beberapa hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?
Vote Now

Laporan Bahlil menunjukkan penerimaan negara tetap meningkat meski volume ekspor batu bara mengalami koreksi. Realisasi PNBP juga telah mendekati target tahunan, sementara stok BBM dan LPG dilaporkan tersedia. Gangguan distribusi di Bali serta gangguan kelistrikan di Batam turut disebut telah ditangani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan penurunan volume ekspor batu bara kepada Presiden Prabowo Subianto. Meski volume pengiriman ke luar negeri terkoreksi, nilai ekspor komoditas tersebut justru mengalami peningkatan.

Laporan itu disampaikan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Namun, momen tersebut baru diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).

Bahlil menyampaikan, volume ekspor batu bara Indonesia pada Januari hingga September 2026 mencapai 343 juta ton. Angka itu turun sekitar 30 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, saat ekspor tercatat sebesar 374 juta ton.

“Januari sampai September 2025, ekspor batu bara kita itu 374 juta. Sementara pada periode yang sama di Januari sampai September, itu menjadi 343 juta, terjadi koreksi kurang lebih sekitar 30 juta. Tetapi pendapatan negara kita naik,” ujar dia saat menyampaikan laporan kepada Prabowo.

1. Nilai ekspor batu bara naik meski volumenya turun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Bahlil menjelaskan, penurunan volume ekspor tidak diikuti oleh penurunan nilai perdagangan. Pada Januari hingga September 2025, nilai ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar 21 miliar dolar AS.

Sementara itu, nilai ekspor pada periode Januari hingga September 2026 meningkat menjadi 23,71 miliar dolar AS, atau hampir mencapai 24 miliar dolar AS.

“Jadi barang produksi turun, pendapatan naik,” kata dia.

Kenaikan nilai ekspor tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan Bahlil dalam laporannya kepada Presiden. Data itu memperlihatkan nilai ekspor batu bara tetap meningkat meskipun jumlah komoditas yang dikirim ke pasar internasional mengalami koreksi.

Selain melaporkan perkembangan ekspor batu bara, Bahlil turut menyampaikan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam APBN 2026. Pemerintah menetapkan target PNBP sebesar Rp133,63 triliun.

Hingga periode Januari–Oktober 2026, realisasi PNBP yang dilaporkan Bahlil telah mencapai Rp127,74 triliun atau sekitar 98,42 persen dari target tahunan.

“Dibandingkan dengan volume dengan periode yang sama di 2025 itu baru mencapai 94,98 triliun, tapi sekarang sudah mencapai 127 triliun,” ucap dia.

Bahlil juga menyampaikan target peningkatan penerimaan PNBP hingga Rp165 triliun. Menurut dia, penerimaan tersebut diharapkan dapat membantu Menteri Keuangan menutup kebutuhan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM, itu kita akan mencapai 165 triliun, Pak Menteri Keuangan. Jadi surplus sekitar 30 T lebih. Ini untuk PNBP,” ujar dia.

2. Ekspor nikel juga mengalami peningkatan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (esdm.go.id)

Dalam laporan yang sama, Bahlil turut memaparkan perkembangan ekspor nikel Indonesia. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel tercatat mencapai 24,55 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada Januari–Agustus 2025 yang mencapai 21,22 miliar dolar AS.

“Di satu sisi, Bapak Presiden, kami laporkan juga terkait dengan ekspor nikel. Nah, sampai dengan Agustus itu kita sudah melakukan ekspor kurang lebih sekitar 24,55 miliar US dolar. Kalau Januari-Agustus 2025 itu 21,22,” ucap dia.

3. Bahlil laporkan stok BBM dan kondisi kelistrikan

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Di luar sektor ekspor dan penerimaan negara, Bahlil juga melaporkan kondisi pasokan BBM nasional kepada Prabowo. Ia menyebut cadangan Pertalite atau BBM bersubsidi dengan RON 90 berada pada kisaran 16–18 hari. Sementara itu, stok BBM jenis lainnya berada di atas standar minimum nasional.

Bahlil turut menjelaskan gangguan pasokan yang sempat terjadi di Bali. Menurut dia, masalah tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan stok nasional, melainkan keterlambatan distribusi BBM dari Jawa Timur akibat kapal yang tiba lebih lambat dari jadwal.

“Izin kami laporkan kejadian kemarin di Bali itu sesungguhnya yang terjadi adalah bukan persoalan cadangan nasionalnya, tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar, harusnya masuk 05.30 pagi, masuknya malam. Alhamdulillah hari ini di Bali, Bapak Presiden, stoknya sudah mencapai 12 hari,” kata dia.

Ia juga menyoroti kendala distribusi akibat pendangkalan sungai di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Asmat, Papua. Kondisi tersebut membuat pengangkutan yang sebelumnya dapat melalui jalur laut harus dialihkan melalui jalur darat.

Untuk komoditas LPG, Bahlil melaporkan stok nasional berada di atas rata-rata, dengan ketahanan sekitar 13 hari. Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya memiliki stok lebih dari 20 hari.

Bahlil menambahkan, pemerintah telah menandatangani peraturan presiden terkait pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG melalui skema antarpemerintah atau government to government (G to G) lewat badan layanan umum (BLU).

Di sektor kelistrikan, ia menyampaikan gangguan yang sempat terjadi di Batam telah ditangani. Pemerintah kini berupaya memastikan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Sampaikan pilihanmu

Apa yang paling menarik dari laporan Bahlil?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article