Proyek Jalan Tol Pelabuhan II atau Harbour Road 2 (HBR 2) seksi Ancol Timur-Pluit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Saat ini, WIKA sendiri masih melanjutkan upaya penyehatan kinerja keuangan dan juga restrukturisasi utang. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW) mengatakan, pihaknya tetap berupaya mengerjakan kontrak yang sedang berlangsung dengan baik, termasuk proyek strategis seperti Tol HBR II.
WIKA juga berupaya kembali ke bisnis inti, yakni sebagai kontraktor proyek, bukan sebagai pemilik atau pemrakarsa
“Alhamdulillah tidak terhambat ya proyek-proyek besar, kita juga bisa melaksanakan proyek ini dengan baik,” ujar Agung BW.
Secara keseluruhan, saat ini WIKA masih mengerjakan 85 proyek yang sedang berlangsung, dengan total nilai kontrak Rp31,35 triliun.
“Jadi memang WIKA sekarang fokus kepada lima hal. Yang pertama adalah kita memang cash focus ya, cash focus. Yang kedua adalah dari cost kita harus melakukan efisiensi di dalam. Yang ketiga, kita harus menaikkan market atau pasar karena memang itu dulu bagian kita. Yang keempat melakukan inovasi-inovasi untuk mendukung daripada HPP supaya lebih baik,” ujar Agung BW.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang berkontribusi pada total kontrak berjalan sebesar Rp50,52 triliun.
Atas kontrak berjalan tersebut, WIKA mencatatkan penjualan sebesar Rp20,45 triliun, terdiri dari Penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp13,33 triliun, dan Penjualan KSO sebesar Rp7,12 triliun, sehingga Perseroan membukukan laba kotor (gross profit) sebesar Rp1,13 triliun.