Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengungkapkan fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Jhonlin Baratama mencapai Rp40 triliun. Dari total plafon tersebut, dana yang telah digunakan mencapai Rp17 triliun.
Penjelasan ini disampaikan Bank Mandiri kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 21 Oktober 2026, menyusul permintaan keterangan lanjutan terkait pemberitaan agunan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Bank Mandiri menjelaskan, fasilitas kredit tersebut digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan kebutuhan pembiayaan perusahaan serta Grup Jhonlin di industri batu bara dan sektor pendukungnya.
"Bank memberikan fasilitas kredit tersebut dengan mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan membayar serta memperhitungkan kemampuan self financing debitur terhadap kebutuhan perusahaan dan group usaha," demikian dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (27/10/2026).
Bank Mandiri juga menyatakan, hanya memperhitungkan arus kas dari bisnis batu bara yang sudah berjalan di Grup Jhonlin untuk menilai kemampuan debitur membayar pinjaman. Selain itu, terdapat mekanisme pemantauan penggunaan kredit melalui laporan aktivitas usaha sesuai periode yang diatur dalam dokumen pembiayaan.
Untuk menjamin pembayaran bunga dan angsuran pokok, bank juga menetapkan mekanisme sinking fund sesuai ketentuan dalam dokumen pembiayaan.
