Dampak Kemarau, Jasa Tirta II Hentikan Sementara 1 Unit PLTA

Kemarau panjang menurunkan muka air Waduk Jatiluhur, mengurangi efisiensi PLTA PJT II dan berpotensi memicu turbulensi pada unit pembangkit.
PJT II berencana menghentikan sementara satu unit PLTA pada akhir bulan untuk pemeliharaan mekanikal dan elektrikal; unitnya belum ditentukan.
PLTA Ir. H. Djuanda berkapasitas 187,5 MW dengan enam unit terhubung ke sistem Jawa-Bali; jadwal pemeliharaan harus dikoordinasikan dengan PLN.
Jakarta, IDN Times - Musim kemarau panjang menyebabkan penurunan tinggi muka air (TMA) di waduk yang dikelola Perum Jasa Tirta II (PJT II). Kondisi itu berdampak pada efisiensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dimiliki oleh perusahaan.
"Semakin tinggi TMA-nya, efisiensi unitnya semakin bagus," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II, Anton Mardiyono, dikutip Selasa, (27/10/2026).
1. PJT II bakal lakukan pemeliharaan PLTA karena operasinya dihentikan sementara

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. H. Djuanda di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (dok. Perum Jasa Tirta II) Penurunan TMA dapat menyebabkan turbulensi pada PLTA, sehingga perusahaan berencana menghentikan sementara operasional satu unit PLTA. Selama penghentian sementara itu, PJT II akan melakukan pemeliharaan.
"Untuk tahun ini, kami sudah bersiap, bahwa nanti kalau di akhir bulan ini, kami harus mengistirahatkan satu unit," kata Anton.
Pemeliharaan mencakup aspek mekanikal dan elektrikal. Meski begitu, Anton mengatakan pihaknya belum memutuskan unit mana yang akan menjalankan pemeliharaan tersebut.
Adapun tahun ini kemarau diprediksi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan, dari periode normal hanya lima sampai enam bulan. Anton mengatakan, kemarau panjang adalah fenomena iklim yang terjadi berulang setiap empat sampai lima tahun.
"Tahun ini memang hujan yang biasanya turun di September-Oktober, insya Allah akan turun di akhir bulan ini atau di awal November," tutur Anton.
2. Sudah tercantum dalam rencana kerja perusahaan

Bendungan Ir. H. Djuanda di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (dok. Perum Jasa Tirta II) Anton memastikan, pemeliharaan satu unit PLTA itu memang sudah ada dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).
"Akan kami maintenance mechanical dan electrical-nya. Dan itu sejalan dengan RKAP kita, yang sudah memang terprogramkan dari awal tahun," tutur Anton.
3. Kelola PLTA dengan kapasitas 187,5 MW

Bendungan Ir. H. Djuanda di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. (dok. Perum Jasa Tirta II) PLTA yang dimiliki PJT II berlokasi di kawasan Waduk Jatiluhur. PLTA Ir. H. Djuanda milik PJT II memiliki enam unit pembangkit, dengan kapasitas terpasang sebesar 187,5 megawatt (MW).
Pembangkit listrik itu terhubung dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali yang berada di bawah pengelolaan PT PLN (Persero).
Anton mengatakan, dalam setiap pemeliharaan, PLN perlu melakukan koordinasi dengan PLN.
"Jadi kapan kami boleh maintenance, kapan kami tidak boleh maintenance. Itu diatur oleh PLN," kata dia.



















