Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bansos Beras Berlanjut, 18 Juta Penerima Dapat 10 Kg Selama 4 Bulan

IMG_7084.jpeg
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Setiap penerima bansos mendapat 10 kg beras selama 4 bulan
  • Bulog siapkan 1,5 juta ton beras SPHP sepanjang 2025
  • Penyaluran beras SPHP diperbanyak pada daerah bukan sentra produksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melanjutkan program bantuan sosial (bansos) beras di tahun ini.

Perum Bulog sebagai penyalur bansos beras menyiapkan 720 ribu ton kepada 18 juta penerima manfaat bansos beras. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam acara Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategi 2026, di kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

1. Setiap penerima dapat 10 kg beras

Penyaluran Bantuan Pangan Beras 10 kilogram (kg). (dok. Bulog)
Penyaluran Bantuan Pangan Beras 10 kilogram (kg). (dok. Bulog)

Rizal mengatakan, penyaluran bansos beras dilakukan selama empat bulan. Setiap bulannya, masing-masing penerima akan mendapat 10 kg beras.

Adapun sepanjang 2025, Bulog melaporkan telah menyalurkan bansos beras sebanyak 708 ribu ton.

"Nah, khusus penyaluran bantuan pangan ini, karena penyaluran bantuan pangan ini tidak sepanjang tahun kalau tidak salah hanya 4 bulan ya," ujar Rizal.

2. Bulog bakal salurkan 1,5 juta ton beras SPHP sepanjang 2025

Beras SPHP Bulog. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Beras SPHP Bulog. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Untuk penugasan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), Bulog menyiapkan beras sebanyak 1,5 juta ton sepanjang 2025.

Agar tidak menyebabkan penurunan harga beras, Bulog membatasi penyaluran beras SPHP ke daerah sentra beras.

"Nanti di saat musim panen di saat puncak musim panen Maret dan April, termasuk Agustus itu kita penyaluran di daerah-daerah sentra produksi, penyaluran SPHP-nya ini dikurangin dikecilkan volumenya. Tapi tetep dilakukan supaya tidak tidak tumpah banyak di pasaran," tutur Rizal.

3. Penyaluran beras SPHP diperbanyak pada daerah yang bukan sentra produksi

Beras SPHP Bulog. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Beras SPHP Bulog. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Untuk wilayah yang tidak termasuk sentra produksi, Bulog akan melakukan penyaluran beras SPHP seperti biasa.

"Tapi yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan SPHP-nya tetep jalan seperti biasa," ujar Rizal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

Syarat Insentif ke BEI, Purbaya Mau Pemain Saham Gorengan Ditangkap

02 Jan 2026, 14:32 WIBBusiness