Prabowo Bakal Buka Perdagangan BEI 2026

- Prabowo membuka perdagangan BEI 2026 dan memberikan arahan terkait perekonomian dan pasar modal Indonesia pada 2026.
- Prabowo menjadi presiden pertama yang membuka perdagangan BEI dalam tiga tahun terakhir setelah Jokowi, Ma'ruf Amin, dan Sri Mulyani.
- IHSG berhasil menutup perdagangan akhir 2025 dengan kenaikan tipis, mencapai Rp20,187 triliun transaksi dan kapitalisasi pasar Rp15.878,568 triliun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2026 pada hari ini atau Jumat (2/1/2026) pagi. Dalam susunan acara yang diterima IDN Times, Prabowo direncanakan membuka perdagangan awal tahun 2026 BEI pada pukul 09.00 WIB.
Dia akan didampingi sejumlah pejabat seperti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, dan Direktur Utama BEI Iman Rachman.
1. Pidato arahan

Selain membuka perdagangan BEI 2026, Prabowo dijadwalkan juga akan menandatangani sertifikat pembukaan perdagangan BEI 2026.
Setelah itu, Prabowo direncanakan memberikan arahan terkait perekonomian dan pasar modal Indonesia pada 2026.
2. Presiden yang membuka perdagangan BEI terakhir kali adalah Jokowi

Jika sesuai jadwal, maka Prabowo akan menjadi presiden yang membuka perdagangan BEI pertama kali dalam tiga tahun ke belakang. Presiden yang terakhir kali membuka perdagangan BEI adalah Joko "Jokowi" Widodo. Jokowi kala itu membuka perdagangan BEI 2023.
Pada 2024, Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang membuka perdagangan BEI. Sementara tahun lalu atau pada 2025 giliran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang membuka perdagangan BEI.
3. IHSG pada penutupan perdagangan akhir 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan tahun lalu pada Selasa (30/12/2025) dengan kenaikan tipis meski sebelumnya terjebak di zona merah.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG pada perdagangan akhir tahun ini ditutup menguat 2,682 poin atau naik 0,03 persen ke level 8.646,938. Indeks dibuka pada level 8.627,400 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.663,668, sementara level terendah berada di 8.584,865.
Hingga perdagangan ditutup, nilai transaksi tercatat mencapai Rp20,187 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 39,181 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.594,471 kali.
Sebanyak 346 saham terpantau menguat, sementara 317 saham melemah, dan 146 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan akhir tahun berada di angka Rp15.878,568 triliun.
















