ilustrasi tidur (pixabay.com/Marxcine)
Dilansir Kyodo News, Hotel 1899 Tokyo yang berlokasi di distrik bisnis Shimbashi menghadirkan program khusus bernama Totono-ne. Paket menginap ini mengandalkan khasiat relaksasi dari teh khusus untuk membantu memulihkan kualitas tidur pengunjung. Sebelum menikmati fasilitas, para tamu akan diminta mengisi lembar kuesioner singkat sebagai proses diagnosis pola tidur mereka.
Berdasarkan hasil analisis kuesioner tersebut, pihak pengelola menyajikan cangkir teh dengan racikan unik seperti paduan chamomile dan Mimasaka bancha. Kamar menginap juga dilengkapi bantal berkinerja tinggi serta garam mandi guna menciptakan suasana istirahat yang tenang.
Konsultan senior JTB Tourism Research & Consulting, Kanae Usui, menilai tren ini didorong oleh banyaknya masyarakat yang tidak puas dengan kualitas tidur mereka. Menurutnya, fasilitas wisata tidur ini memberi kesempatan bagi para pelancong untuk sejenak menjauhkan diri dari paparan gawai elektronik.
Langkah ini diambil oleh manajemen hotel sebagai upaya untuk mengoptimalkan waktu istirahat setiap pengunjung secara maksimal. Pihak hotel menyadari bahwa porsi tidur memegang peranan sangat krusial selama seseorang menjalani masa penginapan.
Yuiko Ogawa selaku perwakilan dari Hotel 1899 Tokyo menegaskan tujuan utama program tersebut. “Kami ingin memanfaatkan waktu tidur secara maksimal, mengingat tidur merupakan porsi terbesar dari masa menginap para tamu,” ujar Yuiko Ogawa.