Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEI Tambah Komite HSC, Libatkan Investor Asing dan Akademisi
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BEI memperluas komite HSC dengan melibatkan pelaku industri, akademisi, dan investor asing.

  • Komite HSC kini beranggotakan sembilan orang, terdiri dari empat perwakilan SRO dan lima pihak eksternal independen.

  • Perluasan keanggotaan diharapkan meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil kerja komite.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26/10/2026

Jeffrey Hendrik menyampaikan perluasan keanggotaan komite HSC dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.

kini

Komite HSC beranggotakan sembilan orang, dengan empat anggota dari SRO dan lima pihak eksternal independen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BEI memperluas keanggotaan komite High Shareholding Concentration (HSC) untuk menentukan saham yang masuk dan keluar dari daftar tersebut.
  • Who?
    BEI, perwakilan SRO, pelaku industri, akademisi, dan investor asing terlibat dalam komite HSC.
  • Where?
    Perluasan keanggotaan disampaikan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.
  • When?
    Informasi tersebut disampaikan pada Senin (26/10/2026).
  • Why?
    Perluasan diharapkan meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil kerja komite HSC.
  • How?
    Komite diperluas menjadi sembilan anggota, dengan empat perwakilan SRO dan lima pihak eksternal independen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BEI membuat komite HSC dengan lebih banyak orang. Ada orang dari BEI, KPEI, KSEI, perusahaan sekuritas, kampus, dan investor asing. Sekarang ada sembilan anggota. Mereka membantu menentukan saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC. BEI berharap kerja komite menjadi lebih terbuka dan bisa dipercaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perluasan komite HSC menghadirkan sudut pandang dari pelaku industri, akademisi, dan investor asing, selain perwakilan SRO. Komposisi ini diharapkan mendukung peningkatan transparansi, tata kelola, serta kredibilitas dalam metodologi penentuan saham yang masuk dan keluar dari daftar HSC.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas keanggotaan komite High Shareholding Concentration (HSC) untuk menentukan saham yang masuk dan keluar dari daftar tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan komite yang sebelumnya hanya terdiri dari perwakilan organisasi regulator mandiri (self-regulatory organization/SRO) kini melibatkan pihak independen dari kalangan pelaku industri, akademisi, dan investor.

"Dalam upaya kita bersama untuk terus meningkatkan tata kelola yang baik, termasuk di dalam metodologi penentuan masuk dan keluarnya saham di dalam HSC, kami akan memperluas keanggotaan komite HSC," katanya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

1. Komite HSC kini beranggotakan sembilan orang

Kantor Bursa Efek Indonesia (Dok. IDN Times/Istimewa)

Jeffrey menjelaskan, komite HSC kini beranggotakan sembilan orang. Sebanyak empat anggota berasal dari SRO, sedangkan lima lainnya merupakan pihak eksternal independen.

Empat perwakilan SRO terdiri dari dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). BEI juga membuka kemungkinan menambah anggota komite atau mengundang narasumber independen.

"Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite," ujar dia.

2. Mandiri Sekuritas dan UBS Sekuritas Masuk Komite HSC

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Dua perwakilan dari industri perusahaan efek yang masuk dalam komite HSC adalah Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi Kristiono dan Direktur Utama UBS Sekuritas Indonesia Joshua Arief Tanja.

Selain itu, BEI melibatkan Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) Prof. Dr. Mardiasmo dalam komite tersebut. Dari kalangan akademisi, BEI melibatkan Prof. Dr. Eduardus Tandelilin.

"Kemudian perwakilan dari investor asing pengelola dana portofolio yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun, yaitu dari Capital Group, Bapak Chapman Taylor," tutur Jeffrey.

3. Demi tingkatkan transparansi dan kredibilitas

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Jeffrey menyampaikan, perluasan keanggotaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil kerja komite HSC.

"Seperti kami sampaikan tadi, kami harapkan dengan demikian transparansi, tata kelola, dan kredibilitas dari output dari komite ini akan dapat lebih baik ke depannya," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article