Pergerakan saham di Amerika Serikat (AS) menunjukkan perubahan menarik ketika saham semikonduktor melemah, sementara Berkshire Hathaway milik Warren Buffett justru mencatatkan kenaikan. Dalam periode sekitar tiga minggu hingga 20 Oktober 2026, saham chip turun sekitar 15 persen, sedangkan saham Berkshire naik sekitar 7 persen. Perbedaan kinerja ini memunculkan pertanyaan apakah investor mulai mengurangi eksposur terhadap teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Pergerakan Berkshire kalahkan saham chip tersebut juga mengingatkan pasar pada pola yang pernah muncul ketika gelembung dot-com pecah pada awal 2000-an. Kendati demikian, kemiripan pola harga tidak otomatis membuktikan bahwa pasar AI sedang mengalami gelembung. Untuk memahaminya, kita perlu melihat sejumlah faktor yang memengaruhi saham teknologi dan perilaku investor.
