Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bobobox Kembangkan Lini Bisnis F&B, Buka NILAGIRI di Puncak
Peresmian NILAGIRI di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai restoran pertama di bawah Boboeatery, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. (Doc. NILAGIRI)
  • Bobobox memperluas bisnis hospitality ke sektor F&B melalui Boboeatery dengan membuka restoran pertama, NILAGIRI, di Vila Riung Gunung, Puncak, pada 18 Agustus 2026.
  • NILAGIRI mengusung konsep perpaduan kuliner Indonesia, suasana pegunungan, dan sejarah Vila Riung Gunung, bangunan era 1955–1957 yang pernah menjadi tempat singgah Presiden Soekarno.
  • Menu NILAGIRI menonjolkan cita rasa Nusantara dalam penyajian modern, termasuk Ayam Goreng Sambal Embe, Ikan Goreng Sambal Aceh, serta panekuk terinspirasi es teler.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bisnis kuliner terus berkembang dengan menghadirkan konsep yang tidak hanya mengandalkan makanan sebagai daya tarik. Pengalaman bersantap, karakter tempat, hingga cerita di balik sebuah restoran kini dapat menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan kepada konsumen.

Peluang tersebut turut dilihat Bobobox melalui Boboeatery, lini bisnis F&B yang dikembangkan untuk memperluas pengalaman hospitality perusahaan ke ranah kuliner. Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya NILAGIRI di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, pada 18 Agustus 2026.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon turut mengapresiasi dibukanya kembali Vila Riung Gunung melalui NILAGIRI dan berharap kehadirannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menarik lebih banyak wisatawan ke kawasan Puncak. 

“Ini merupakan salah satu bangunan yang bersejarah. Saya sekali lagi mengapresiasi, mudah-mudahan ini juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, datang dan berkunjung ke kawasan Puncak,” ujar Fadli Zon, saat hadir dalam peresmian tersebut. 

1. Bobobox perluas bisnis hospitality ke sektor kuliner

Peresmian NILAGIRI di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai restoran pertama di bawah Boboeatery, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. (Doc. NILAGIRI)

NILAGIRI menjadi restoran pertama di bawah Boboeatery, lini bisnis F&B Bobobox. Kehadirannya menandai upaya perusahaan memperluas pengalaman hospitality yang sebelumnya lekat dengan bisnis akomodasi ke pengalaman bersantap.

Alih-alih hanya menjadikan restoran sebagai tempat makan, Bobobox membawa pendekatan hospitality ke dalam pengalaman kuliner. Hidangan, ruang, sejarah lokasi, hingga suasana alam menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada konsumen.

“Keramahtamahan telah lama menjadi bagian dari perjalanan Vila Riung Gunung. Vila ini pernah menjadi tempat singgah dan beristirahat, sekaligus menerima dan menjamu tamu. Melalui NILAGIRI, kami ingin meneruskan esensi tersebut agar kembali dapat dikenal dan dirasakan oleh lebih banyak orang,” kata Indra Gunawan, Co-Founder dan CEO Bobobox.

Bobobox berharap pengembangan bisnis F&B dapat menjadi bagian baru dari pengalaman hospitality yang ditawarkan perusahaan. Kehadiran restoran ini juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menarik lebih banyak wisatawan ke kawasan Puncak.

2. Lokasi vila bersejarah jadi nilai tambah bisnis F&B

Peresmian NILAGIRI di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai restoran pertama di bawah Boboeatery, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. (Doc. NILAGIRI)

Salah satu nilai yang ditawarkan NILAGIRI adalah pengalaman bersantap yang memadukan makanan dengan karakter tempat. Mengusung konsep A Historic Home of Indonesian Flavors, NILAGIRI memadukan hidangan bercita rasa Indonesia dengan suasana vila bersejarah dan lanskap pegunungan Puncak.

Hal yang menjadi pembeda NILAGIRI adalah lokasi restoran yang berada di Vila Riung Gunung. Bangunan ini memiliki perjalanan sejarah panjang sebelum kembali dibuka untuk publik melalui restoran. Vila Riung Gunung dibangun sekitar 1955 hingga 1957 di bawah arahan Presiden Soekarno, dengan Soedarsono sebagai arsiteknya. Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi Soekarno singgah dan beristirahat ketika berada di kawasan Puncak.

Pada dekade 1960-an, vila tersebut bahkan pernah dimanfaatkan sebagai Riung Gunung Coffee House. Pengunjung datang untuk menikmati kopi dan hidangan, sementara sejumlah arsip juga mencatat tempat ini sebagai lokasi kegiatan dan kunjungan resmi.

Bagi bisnis F&B, keberadaan cerita sejarah tersebut memberikan nilai tambah yang tidak hanya bertumpu pada produk makanan. Konsumen juga mendapatkan pengalaman menikmati kuliner di sebuah bangunan dengan karakter dan sejarah tersendiri.

3. Kuliner Indonesia jadi identitas utama NILAGIRI

Peresmian NILAGIRI di Vila Riung Gunung, Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai restoran pertama di bawah Boboeatery, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. (Doc. NILAGIRI)

NILAGIRI menjadikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai fondasi bisnisnya. Hidangan Indonesia diolah dan disajikan dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan pengalaman bersantap masa kini. Beberapa menu yang dihadirkan antara lain Ayam Goreng Sambal Embe yang berangkat dari resep keluarga Head Chef NILAGIRI.

Ada pula Ikan Goreng Sambal Aceh dengan perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas. Untuk hidangan penutup, NILAGIRI menawarkan Panekuk yang terinspirasi dari cita rasa es teler dan diterjemahkan dalam bentuk pencuci mulut yang lebih kontemporer.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana restoran dapat menjadikan makanan khas Indonesia sebagai identitas sekaligus mengemasnya dalam pengalaman kuliner yang lebih modern.

Curated For You

Editorial Team

Related Article