Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja berbagai sektor tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III yang mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional meliputi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
"Secara keseluruhan, kelima sektor tersebut memiliki pangsa sebesar 65,31 persen terhadap PDB nasional," ungkap Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).
Secara terperinci, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,87 persen dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 19,22 persen. Sementara itu, lapangan usaha pertanian tumbuh sebesar 0,46 persen dengan kontribusi sebesar 13,46 persen.
Selanjutnya, lapangan usaha perdagangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,14 persen dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 13,24 persen. Adapun sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen dengan kontribusi sebesar 10,20 persen.
Sementara itu, lapangan usaha pertambangan memiliki kontribusi sebesar 9,19 persen terhadap PDB nasional. Di sisi lain, sejumlah lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan tinggi meskipun kontribusinya terhadap PDB nasional relatif lebih kecil. Salah satunya adalah penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 11,22 persen pada kuartal III 2026.
Pertumbuhan sektor tersebut didukung oleh peningkatan tingkat penghunian kamar hotel serta konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran. Selain itu, lapangan usaha jasa keuangan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,47 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal III 2025 yang sebesar 8,32 persen.
Pertumbuhan jasa keuangan didorong oleh peningkatan intermediasi perbankan yang didukung optimalisasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial.
"Sektor lainnya yang juga mencatatkan pertumbuhan tinggi adalah jasa lainnya, dengan pertumbuhan sebesar 8,32 persen. Kinerja sektor tersebut didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara serta perjalanan wisatawan nusantara," ungkapnya.