BTN Perkuat Agenda ESG Lewat Program Perumahan Layak

- BTN dan Yayasan Puteri Indonesia kolaborasi untuk penyediaan rumah layak huni
- Indonesia memiliki lebih dari 20 juta keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni
- BTN memperkuat program berkelanjutan dengan fokus pada kesetaraan gender dan inklusi tenaga kerja disabilitas
Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkuat agenda keberlanjutan (environmental, social, and governance/ESG) melalui penjajakan sinergi dengan Yayasan Puteri Indonesia.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung misi sosial BTN dalam penyediaan rumah layak huni sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
1. Indonesia jadi negara kedua di dunia dengan hunian tanpa sanitasi dasar

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, tantangan perumahan di Indonesia masih besar. Indonesia tercatat sebagai negara kedua di dunia dengan jumlah hunian tanpa fasilitas sanitasi dasar terbesar.
Selain itu, masih banyak rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan dari sisi atap, dinding, dan lantai.
"Secara total, lebih dari 20 juta keluarga Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni,” ujar Nixon dalam kegiatan Exclusive Company Visit: Puteri Indonesia Goes to BTN di Menara 2 BTN, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
2. BTN memiliki mandat salurkan KPR

Sebagai bank yang mendapat mandat menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN terus mendorong kepemilikan rumah layak huni bagi masyarakat.
Menurut Nixon, ketersediaan hunian layak berpotensi menekan berbagai persoalan sosial dan kesehatan, seperti tuberkulosis (TBC) dan stunting.
"Akan ada banyak masalah yang bisa selesai dari rumah layak mulai dari TBC, stunting, dan kami berharap ke depannya ada sinergi dengan Putri Indonesia yang juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Nixon
3. Kolaborasi diharapkan memberikan dampak yang luas

Di sisi lain, BTN juga memperkuat penerapan bisnis berkelanjutan. Perseroan menjalankan sejumlah program utama, antara lain pembiayaan Rumah Rendah Emisi serta skema Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu.
"Langkah tersebut sejalan dengan upaya BTN menurunkan emisi karbon dari sektor rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama emisi," ungkapnya.
BTN juga mendorong aspek sosial melalui penguatan kesetaraan gender dan inklusi tenaga kerja disabilitas. Perseroan memiliki wadah Srikandi BTN sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan karyawan perempuan. Saat ini, BTN telah mempekerjakan hampir 40 karyawan disabilitas di lini pendukung bisnis.
Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro menilai misi BTN sejalan dengan nilai yang diusung Puteri Indonesia, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperluas dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Wardiman.


















