Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Puluhan Ribu Pekerja Transportasi Jerman Mogok Serentak

Puluhan Ribu Pekerja Transportasi Jerman Mogok Serentak
ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/Mark König)
Intinya sih...
  • Mogok kerja menghentikan layanan bus dan trem di banyak kota
  • Tuntutan serikat pekerja berfokus pada perbaikan kondisi kerja
  • Komuter beralih ke kereta regional dan S-Bahn saat layanan kota berhenti
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu pekerja transportasi umum di Jerman melakukan mogok kerja pada Senin (2/2/2026), sehingga layanan bus dan trem di banyak kota berhenti atau sangat terbatas. Aksi itu terjadi saat suhu musim dingin, sehingga menambah kesulitan warga untuk berangkat kerja, dengan sejumlah halte dan peron tampak sepi.

Serikat pekerja Ver.di menyatakan, aksi mogok dipilih untuk menekan perundingan yang berjalan alot dengan pemberi kerja di tingkat kota dan negara bagian terkait kondisi kerja. Di Berlin, operator transportasi BVG menyebut dampak mogok sangat besar bagi penumpang dan menyiapkan informasi perjalanan alternatif selama penghentian layanan.

1. Mogok kerja menghentikan layanan bus dan trem di banyak kota

Serikat pekerja Ver.di menyatakan, mogok berskala luas ini diperkirakan membuat layanan transportasi umum di jaringan yang terdampak nyaris berhenti.

Ver.di menyerukan hampir 100 ribu pekerja transportasi untuk ikut mogok setelah perundingan dengan pemberi kerja tingkat kota dan negara bagian menemui kebuntuan. Seruan tersebut memperkuat perkiraan bahwa layanan bus dan angkutan komuter di sejumlah wilayah akan lumpuh atau sangat terbatas pada hari pelaksanaan mogok.

Di Berlin, otoritas informasi lalu lintas setempat menyampaikan mogok berlangsung sejak Senin (2/2) pukul 03.00. Selama periode itu, layanan U-Bahn, trem, dan sebagian besar bus dilaporkan tidak beroperasi, sedangkan S-Bahn dan kereta regional disebut tidak termasuk layanan yang terdampak aksi mogok.

2. Tuntutan serikat pekerja berfokus pada perbaikan kondisi kerja

Serikat pekerja Ver.di menyatakan tuntutan mereka dalam perundingan sektor transportasi lokal yang berfokus pada perbaikan kondisi kerja, terutama melalui pengurangan jam kerja, penambahan waktu jeda istirahat, serta kompensasi yang lebih baik untuk pekerja yang bertugas pada malam hari dan akhir pekan.

Sementara itu, operator transportasi Berlin, BVG menyampaikan, putaran perundingan tahun 2026 baru dimulai pada Jumat (13/2), tetapi aksi mogok sudah berlangsung pada awal Februari. BVG menilai dampak penghentian layanan terhadap penumpang sangat luas dan karena itu menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum, dengan alasan gangguan yang terjadi dinilai besar dan tidak proporsional bagi masyarakat.

“BVG mengecam mogok ini. BVG mendesak serikat pekerja untuk menarik seruan mogok dalam situasi luar biasa saat ini dan mencari solusi di meja perundingan," menurut pernyataan BVG, dilansir Daily Sabah.

BVG juga menekankan faktor cuaca ekstrem sebagai pertimbangan tambahan, termasuk pekerjaan penghilangan es (de-icing) pada jaringan kelistrikan trem, yang dinilai dapat ikut terdampak ketika operasional berhenti.

3. Komuter beralih ke kereta regional dan S-Bahn saat layanan kota berhenti

Selama aksi mogok di Berlin, operator transportasi BVG menyampaikan bahwa layanan trem, U-Bahn, dan sebagian besar bus dihentikan pada Senin (2/2) pukul 03.00 hingga Selasa (3/2) pukul 03.00. BVG juga mengimbau penumpang untuk menggunakan S-Bahn dan kereta regional sebagai moda alternatif, serta menyebut informasi tersebut sebagai panduan resmi agar warga tetap dapat melakukan perjalanan selama penghentian layanan.

Di sisi lain, S-Bahn Berlin menegaskan operasional mereka tidak terdampak aksi mogok dan menambahkan, layanan S-Bahn Berlin serta layanan regional Deutsche Bahn (DB) tetap berjalan sepanjang periode mogok.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang akibat peralihan moda, S-Bahn Berlin juga mengumumkan penambahan perjalanan pada rute tertentu. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kelancaran mobilitas warga ketika jaringan transportasi kota berhenti beroperasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

IOTF Raih Kinerja Solid, EBITDA Naik 2 Kali Lipat pada 2025

03 Feb 2026, 13:49 WIBBusiness