Jobless Growth: Ekonomi Tumbuh Tapi Lapangan Kerja Tak Bertambah

- Jobless growth, pertumbuhan ekonomi tanpa penciptaan lapangan kerja, berdampak luas bagi investor, pekerja, dan industri.
- Kondisi ini menuntut pelaku usaha dan tenaga kerja beradaptasi dengan perubahan struktur ekonomi untuk tetap terserap.
- Pergantian industri memaksa tenaga kerja berpindah ke sektor lain dengan keterampilan yang kurang relevan, membutuhkan pelatihan ulang.
Jakarta, IDN Times - Prospek ekonomi dengan pertumbuhan tanpa penciptaan lapangan kerja atau jobless growth dinilai berdampak luas bagi investor, pekerja, dan industri.
Dalam kondisi ini, ekonomi tetap tumbuh, tetapi tidak diikuti peningkatan jumlah pekerjaan, sehingga pelaku usaha dan tenaga kerja dituntut beradaptasi dengan perubahan struktur ekonomi. Pekerja disebut menghadapi risiko keterampilannya tidak lagi dibutuhkan pasar dan perlu meningkatkan kapasitas agar tetap terserap.
Pertumbuhan ekonomi yang berjalan bersamaan dengan tingginya pengangguran juga mencerminkan adanya pergeseran struktural. Situasi tersebut membuka peluang di sektor tertentu, namun memaksa sebagian pelaku ekonomi mengambil keputusan sulit.
1. Pengangguran tetap tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi

Dilansir Investopedia, seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan lapangan kerja ikut meningkat. Perekonomian yang berkembang diperlukan untuk menyerap pencari kerja. Tanpa pertumbuhan yang cukup kuat, sebagian masyarakat disebut akan kesulitan memperoleh pekerjaan.
Dalam kondisi jobless growth, tingkat pengangguran dilaporkan tetap tinggi meskipun ekonomi tumbuh. Hal ini terjadi ketika pemulihan ekonomi tidak mampu menyerap penganggur, pekerja setengah menganggur, serta angkatan kerja baru.
Pada fase pemulihan, perekonomian juga mengalami perubahan siklikal dan struktural. Dalam perubahan struktural, banyak pekerja tidak terserap kembali karena perusahaan tempat mereka bekerja tidak pulih sepenuhnya.
2. Pemulihan siklikal berbeda dengan perubahan struktural

Dalam pemulihan siklikal, penurunan produk domestik bruto (PDB) biasanya diikuti pemutusan hubungan kerja untuk menekan biaya. Saat ekonomi kembali stabil dan tumbuh, perusahaan merekrut ulang pekerja yang terdampak, sehingga pengangguran menurun. Pada fase ini, keterampilan pekerja masih sesuai dengan kebutuhan industri.
Industri inti dalam pemulihan siklikal disebut tetap bertahan dan mampu bangkit tanpa perubahan besar dalam operasional. Meski penyerapan tenaga kerja tertinggal dibanding pemulihan ekonomi secara keseluruhan, pertumbuhan akhirnya menekan angka pengangguran.
Sebaliknya, ekonomi dengan pengangguran tinggi di tengah kenaikan PDB dinilai sedang mengalami perubahan struktural. Sejumlah perusahaan tidak lagi mampu bersaing akibat turunnya permintaan atau tergantikan produk dan jasa baru yang lebih murah.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak merekrut kembali pekerja lama, sehingga tenaga kerja harus berpindah ke sektor lain dengan keterampilan yang kurang relevan.
3. Industri baru tumbuh lebih cepat

Industri baru disebut cenderung tumbuh lebih cepat karena diuntungkan oleh pergeseran struktur ekonomi. Sektor ini membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan dan pelatihan berbeda, umumnya dengan tingkat pendidikan lebih tinggi.
Meski demikian, perusahaan yang berkembang juga tetap membuka peluang kerja untuk fungsi layanan dengan keterampilan dasar.
Pergantian industri serupa pernah terjadi ketika kendaraan bermotor menggantikan kereta kuda pada awal abad ke-20. Saat itu, pekerja di industri lama kehilangan relevansi keterampilan dan harus mempelajari kemampuan baru untuk masuk ke industri otomotif yang lebih kompleks.
4. Pelatihan ulang jadi tantangan

Dalam pemulihan struktural, perusahaan disebut menyesuaikan operasional melalui teknologi untuk meningkatkan produktivitas atau memindahkan pekerjaan ke negara dengan biaya lebih rendah. Dampaknya, pekerja yang terdampak semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru.
Tenaga kerja di sektor yang menyusut dinilai perlu menjalani pelatihan ulang dan meningkatkan keterampilan agar kembali terserap. Proses ini membutuhkan waktu, sehingga pengangguran dapat tetap tinggi meskipun ekonomi menunjukkan tanda pertumbuhan.
Banyaknya penganggur dan setengah menganggur disebut turut menahan laju pertumbuhan ekonomi karena penyesuaian keterampilan tidak terjadi secara cepat.


















