Jakarta, IDN Times - Pemerintah China menyatakan keterbukaannya untuk memperluas pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut dapat direalisasikan asalkan kedua negara menerapkan kesepakatan pemotongan tarif timbal balik atas impor barang dari masing-masing pihak.
Kementerian Perdagangan China menyampaikan posisi tersebut dalam konferensi pers rutin pada Kamis (5/11/2026). Kesepakatan yang dimaksud mencakup penurunan tarif terhadap produk impor senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp542,55 triliun dari masing-masing negara.