Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Naik Tajam Selama Oktober 2026

3 min read
Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Naik Tajam Selama Oktober 2026
ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
  • Pendapatan minyak dan gas Rusia pada Oktober 2026 mencapai 971,2 miliar rubel, naik 114,7 persen dari September dan 9,3 persen secara tahunan.
  • Lonjakan dipicu kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan Timur Tengah dan pengiriman Selat Hormuz; Brent sekitar 115 dolar AS per barel selama Oktober.
  • Meski Oktober melonjak, pendapatan minyak dan gas Januari–Oktober turun 14,07 persen secara tahunan menjadi 78,91 miliar dolar AS; target 2026 dipangkas menjadi 7,58 triliun rubel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penerimaan pajak dari penjualan minyak dan gas alam Rusia naik lebih dari dua kali lipat pada Oktober 2026 secara bulanan di tengah lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan energi Timur Tengah yang terkait dengan perang Iran. Data tersebut dirilis resmi oleh Kementerian Keuangan Rusia pada Kamis (5/11/2026).

Total pendapatan minyak dan gas Rusia pada Oktober 2026 mencapai 971,2 miliar rubel atau setara Rp214,39 triliun (kurs Rp220,75). Secara tahunan, nilai penerimaan pajak sektor energi tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,3 persen.

  1. 1. Kenaikan pendapatan bulanan dan lonjakan harga energi

    ilustrasi kilang minyak
    ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Ali Mucci)

    Berdasarkan data kementerian yang dilansir Anadolu Agency, pendapatan energi Rusia naik sekitar 114,7 persen dibandingkan September 2026 yang sebesar 5,54 miliar dolar AS atau setara Rp100,19 triliun (kurs Rp18.085). Angka pada September tersebut juga lebih tinggi dibandingkan realisasi Agustus 2026 yang berada di posisi 5,2 miliar dolar AS atau setara Rp94,04 triliun. Peningkatan ini terjadi seiring lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan di Timur Tengah yang berkaitan dengan perang Iran.

    Harga minyak mentah Brent berada di kisaran 115 dolar AS atau setara Rp2,08 juta per barel sepanjang Oktober 2026. Sementara itu, harga kontrak berjangka gas alam TTF Belanda yang menjadi acuan Eropa diperdagangkan di atas 103 euro atau setara Rp2,10 juta (kurs Rp20.347) per megawatt-jam pada akhir Oktober 2026. Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz sebagai rute utama perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia turut memberi tekanan pada pasar energi.

  2. 2. Rincian setoran pajak dan mekanisme stabilitas harga

    ilustrasi uang
    ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

    Kementerian Keuangan Rusia mencatat penerimaan sekitar 13,76 miliar dolar AS atau setara Rp248,85 triliun dari pajak ekstraksi mineral pada Oktober 2026. Pemerintah Rusia juga menghimpun 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp79,39 triliun dari pos pajak penghasilan tambahan. Pendapatan bersih minyak dan gas mencapai sekitar 11,9 miliar dolar AS atau setara Rp215,21 triliun setelah memperhitungkan pembayaran kepada perusahaan minyak dan kompensasi lainnya.

    Pembayaran pemerintah kepada perusahaan minyak dalam mekanisme stabilisasi harga bahan bakar domestik naik menjadi sekitar 5,08 miliar dolar AS atau setara Rp91,87 triliun pada Oktober 2026 dari 3,74 miliar dolar AS atau setara Rp67,64 triliun pada September 2026. Mekanisme ini memberikan kompensasi dari anggaran federal saat harga ekspor produk minyak melebihi harga domestik. Skema tersebut membantu menjaga pasokan bahan bakar di pasar domestik dan membatasi kenaikan harga.

  3. 3. Realisasi anggaran sepuluh bulan dan proyeksi tahunan

    ilustrasi kapal kargo
    ilustrasi kapal kargo (pexels.com/William Liu)

    Meskipun terjadi lonjakan bulanan yang tajam, pendapatan minyak dan gas Rusia pada periode Januari hingga Oktober 2026 turun 14,07 persen secara tahunan menjadi sekitar 78,91 miliar dolar AS atau setara Rp1.427,09 triliun, sebagaimana dilansir Anadolu Agency. Pendapatan minyak dan gas menyumbang sekitar seperlima dari total penerimaan pajak anggaran federal Rusia dan menjadi sumber pendanaan utama kampanye militernya di Ukraina.

    Anggaran Rusia tahun 2026 memproyeksikan pendapatan minyak dan gas sebesar 7,58 triliun rubel atau setara Rp1.673,29 triliun, berada di bawah perkiraan awal sebesar 8,92 triliun rubel atau setara Rp1.969,09 triliun. Total pendapatan anggaran federal Rusia untuk tahun ini diproyeksikan sebesar 41,182 triliun rubel atau setara Rp9.090,93 triliun. Tahun lalu, penerimaan minyak dan gas dalam anggaran federal turun 24 persen menjadi 8,48 triliun rubel atau setara Rp1.871,96 triliun, level terendah sejak 2020 ketika pandemik COVID-19 memengaruhi penjualan energi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More