Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Transaksi Kliring PT KBI Naik 2,6 Persen, Ekosistem Resi Gudang Meluas

3 min read
Transaksi Kliring PT KBI Naik 2,6 Persen, Ekosistem Resi Gudang Meluas
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KBI Adiyasa Suhadibroto. (IDN Times/Triyan).
  • PT KBI mencatat transaksi PBK terklaring 9,27 juta lot hingga Oktober 2026, naik 2,6 persen tahunan; transaksi Loco-Komoditi SPA naik 12,7 persen dan pasar fisik timah tumbuh 17,68 persen.
  • Perusahaan memperkuat layanan kliring dan penjaminan sesuai ketentuan, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola untuk menjaga kepastian, transparansi, pencatatan, dan akuntabilitas transaksi komoditas.
  • Ekosistem SRG bertambah 10,6 persen melalui kolaborasi lintas pihak; e-Seaweed Platform mencatat aktivitas petani rumput laut secara real time untuk mendukung resi gudang dan akses pembiayaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau PT KBI mencatat pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka komoditas (PBK) yang dikliringkan hingga Oktober 2026. Pada periode tersebut, total transaksi mencapai 9,27 juta lot atau tumbuh 2,6 peesen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan juga terjadi pada sejumlah segmen bisnis. Transaksi Loco dan Komoditi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) meningkat 12,7 persen secara tahunan. Sementara itu, transaksi pasar fisik timah dalam negeri tumbuh 17,68 persen yoy.

  1. 1. PT KBI perkuat kliring transaksi, jaga kepercayaan pelaku pasar

    IMG-20261106-WA0034.jpg
    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KBI Adiyasa Suhadibroto. (IDN Times/Triyan).

    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KBI Adiyasa Suhadibroto mengatakan, perusahaan terus memperkuat layanan kliring dan penjaminan untuk menjaga kepastian serta transparansi transaksi di industri perdagangan komoditas.

    Menurut dia, seluruh proses kliring dan penjaminan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola perusahaan yang baik.

    "Kepercayaan pelaku pasar adalah amanah yang kami jaga setiap hari. Setiap transaksi yang kami kliringkan dan jamin berjalan sesuai ketentuan, tercatat dengan baik, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Adiyasa dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

  2. 2. PT KBI juga mendorong pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG)

    Kantor pusat PT Kliring Berjangka Indonesia. (dok. KBI)
    Kantor pusat PT Kliring Berjangka Indonesia. (dok. KBI)

    Selain perdagangan berjangka, PT KBI juga mendorong pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG). Upaya tersebut dilakukan bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, hingga mitra internasional.

    Hasilnya, jumlah pengelola gudang dalam ekosistem SRG bertambah 10,6 persen sepanjang Januari-Oktober 2026. Komoditas yang tercakup dalam sistem ini antara lain gula, kopi, tembakau, gabah, beras, dan rumput laut.

  3. 3. PT KBI perluas ekosistem resi gudang hingga akses pembiayaan

    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

    Tak hanya itu, PT KBI juga terlibat dalam pengembangan e-Seaweed Platform di Sulawesi Selatan pada 23-24 September 2026. Platform tersebut merupakan inisiatif bersama International Labour Organization (ILO) dan Pemerintah Swiss melalui SECO, dengan dukungan OJK serta sejumlah pemangku kepentingan nasional dan daerah.

    Melalui platform digital tersebut, aktivitas petani rumput laut dapat tercatat secara real time, mulai dari proses budidaya, transaksi, hingga penyimpanan di gudang. Data yang terverifikasi diharapkan dapat membantu petani memanfaatkan fasilitas SRG sekaligus memperluas akses pembiayaan.

    "Dalam hal ini, PT KBI bertindak sebagai Pusat Registrasi yang memastikan setiap Resi Gudang tercatat dan terverifikasi melalui sistem IS-Ware Next Gen," jelasnya.

    Adiyasa mengatakan, pengembangan SRG diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha menyimpan komoditas, tetapi juga membuka akses pembiayaan dan pasar yang lebih luas.

    "Resi Gudang bukan sekadar instrumen penyimpanan, melainkan pintu bagi petani dan pelaku usaha komoditas untuk mengakses pembiayaan dan pasar yang lebih luas," katanya.

    Di luar kegiatan bisnis, PT KBI juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.

    Salah satunya melalui program Integrated Farming System (IFS) untuk mendorong kemandirian petani kedelai. Memasuki tahun ketiga sejak dimulai pada 2023, program tersebut telah memasuki batch keempat dan dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo serta Kabupaten Klaten.

    Hingga saat ini, program IFS melibatkan 73 petani lokal dengan total luas lahan produktif mencapai 10 hektare.

    PT KBI juga menjalankan program reforestasi tanaman kopi di Kabupaten Garut. Program ini menggabungkan pemulihan lahan kritis melalui penanaman kopi dengan pemberdayaan petani setempat.

    Ke depan, PT KBI menyatakan akan melanjutkan penguatan layanan kliring dan penjaminan, digitalisasi sistem, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan perdagangan komoditas nasional.

Related Articles

See More