5 Ciri Warga Golongan Kelas Bawah, Kamu Masuk?

- Hunian menjadi beban terbesar bagi keluarga.
- Jenis pekerjaan menentukan status ekonomi.
- Kemampuan menabung dan berinvestasi sebagai pembeda utama.
Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kabar optimistis soal kondisi sosial ekonomi Indonesia. Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pekan lalu, Prabowo menyebut tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menurun hingga mencapai level terendah dalam sejarah.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan, seiring upaya pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Namun di tengah klaim positif itu, pertanyaan yang kerap muncul adalah, ‘sebenarnya kita berada di kelas ekonomi yang mana?’
Sejumlah indikator dapat digunakan untuk menilai posisi ekonomi seseorang, apakah termasuk kelas bawah, menengah bawah, atau kelas menengah. Mengutip laporan GoBankingRates, ada lima ciri utama yang umumnya melekat pada kelompok kelas bawah dan menengah bawah. Apa saja itu?
Table of Content
1. Tempat tinggal jadi beban terbesar

Hunian merupakan salah satu pengeluaran terbesar bagi sebuah keluarga. Jika seseorang kesulitan tinggal di rumah yang aman, nyaman, dan berada di lingkungan layak, kondisi tersebut sering kali menjadi tanda keterbatasan ekonomi.
Ketidakmampuan membayar sewa atau cicilan rumah secara stabil, atau harus tinggal di kawasan dengan fasilitas minim, kerap mengindikasikan posisi di kelas menengah bawah atau kelas bawah.
2. Jenis pekerjaan menentukan status

Pekerjaan juga menjadi cerminan kuat posisi ekonomi. Profesi seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, buruh manufaktur, dan pekerja kebersihan umumnya dikaitkan dengan kelas ekonomi lebih rendah.
“Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” ujar Nathan Brunner, CEO Salarship.
Sebaliknya, pekerjaan dengan keahlian rendah, bersifat sementara, bergaji minim, dan tanpa tunjangan biasanya menempatkan seseorang di kelas bawah.
Namun, beberapa profesi seperti guru, perawat, akuntan, hingga pekerja IT bisa berada di area abu-abu—antara kelas pekerja dan kelas menengah—tergantung pada senioritas, sertifikasi, dan penghasilan.
3. Tabungan dan investasi: Pembeda utama

Kemampuan menabung dan berinvestasi menjadi penyangga keuangan jangka panjang. Sayangnya, hal ini sering kali menjadi kemewahan bagi kelompok kelas bawah.
Jika seseorang hidup dari gaji ke gaji tanpa tabungan memadai atau rencana pensiun, kondisi tersebut hampir pasti menempatkannya dalam kategori kelas bawah secara ekonomi.
4. Gaya hidup ungkap stabilitas finansial

Apakah Anda bisa berlibur setahun sekali, makan di luar sesekali, atau membeli barang baru tanpa rasa cemas berlebihan? Kemampuan menikmati ‘kesenangan kecil’ menandakan adanya ruang dalam anggaran.
Jika aktivitas sederhana seperti itu terasa berat karena keterbatasan dana, hal tersebut menjadi sinyal kurangnya stabilitas finansial. Meski pengelolaan anggaran yang cerdas bisa membantu, kebebasan memilih tetap menjadi ciri khas kelas menengah.
5. Pendidikan masih jadi tangga sosial

Tingkat pendidikan juga berperan besar dalam menentukan kelas ekonomi. Kepemilikan gelar sarjana umumnya berkorelasi dengan peluang kerja dan pendapatan yang lebih baik.
Hambatan biaya pendidikan sering kali membuat kelompok kelas bawah sulit mengakses pendidikan tinggi. Jika kuliah terasa terlalu mahal dan tidak terjangkau, kondisi tersebut bisa mencerminkan posisi ekonomi yang masih rapuh.
Di tengah klaim penurunan kemiskinan ekstrem, indikator-indikator ini menunjukkan bahwa kelas menengah masih menjadi kelompok yang rentan tergelincir bila tidak ditopang pekerjaan stabil, tabungan, dan akses pendidikan. Tantangan ke depan bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan lebih banyak masyarakat bisa naik kelas secara berkelanjutan.
FAQ seputar Ciri Warga Golongan Kelas Bawah
| Apa itu yang dimaksud golongan kelas bawah? | Golongan kelas bawah adalah kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah, akses finansial terbatas, dan daya beli yang lebih kecil dibanding kelas menengah. Mereka cenderung bekerja di sektor non-formal atau pekerjaan dengan upah rendah dan tanpa tunjangan. |
| Bagaimana cara mengetahui apakah pendapatan saya masuk kelas bawah? | Biasanya dilihat dari pendapatan bulanan dibanding biaya hidup wilayah. Jika 70–90% pendapatan habis untuk kebutuhan pokok (makan, transport, listrik, sewa), itu indikator kuat seseorang masuk kelas bawah atau hampir miskin. |
| Apakah tidak punya tabungan termasuk ciri kelas bawah? | Iya. Salah satu tanda paling umum adalah tidak adanya tabungan, dana darurat, atau investasi karena penghasilan habis untuk kebutuhan harian. Ini membedakannya dengan kelas menengah yang memiliki kemampuan menyisihkan uang secara rutin. |
| Apakah jenis pekerjaan menentukan kelas sosial? | Sangat berpengaruh. Pekerjaan berupah rendah, tidak tetap, atau tanpa tunjangan seperti pekerja harian, buruh kasar, atau karyawan non-skill biasanya dikategorikan sebagai kelas bawah. Pekerjaan dengan skill tinggi atau manajerial biasanya masuk kelas menengah. |
| Apa saja ciri utama seseorang termasuk golongan kelas bawah? | Ada lima ciri utama yang umumnya melekat pada golongan kelas bawah atau menengah bawah:1. Tempat tinggal yang menjadi beban terbesar,2. Jenis pekerjaan yang membatasi status ekonomi,3. Kemampuan menabung dan berinvestasi yang rendah,4. Gaya hidup yang mencerminkan stabilitas finansial terbatas,5. Tingkat pendidikan yang masih jadi tantangan akses. |

















