13 Sumur Rakyat Mulai Beroperasi, Segini Minyak yang Berhasil Dikeruk

- Sebanyak 13 BKU yang melibatkan BUMD, koperasi, dan UMKM telah berproduksi melalui kerja sama dengan KKKS.
- Produksi sumur masyarakat meningkat dari 84 BOPD pada April menjadi 2.253 BOPD pada Agustus.
- SKK Migas membidik tambahan produksi 5.000 BOPD dari optimalisasi sumur masyarakat pada 2026.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 13 badan usaha yang menjalankan kerja sama produksi sumur minyak masyarakat melalui skema Badan Kerja Sama Usaha (BKU) telah berproduksi per Agustus 2026.
Para pengelola tersebut terdiri dari badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengelola dan memproduksikan sumur minyak masyarakat.
"BKU itu BUMD, koperasi, dan UMKM. Sudah ada 13 BKU nyusul lagi sudah ditandatangani empat lagi, jadi nanti total ada 16," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (27/8/2026).
1. Produksi sumur masyarakat terus naik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau langsung kegiatan produksi sumur minyak rakyat di Desa Mekar Sari, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Kamis (16/10). (Dok. Kementerian ESDM) Produksi dari sumur masyarakat melalui skema BKU menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Produksi mulai berjalan pada April sebesar 84 barel minyak per hari (Barrel of Oil Per Day/BOPD).
Angkanya kemudian meningkat menjadi 532 BOPD pada Mei, 1.641 BOPD pada Juni, 2.167 BOPD pada Juli, dan mencapai 2.253 BOPD pada Agustus. Rata-rata produksi sepanjang periode tersebut mencapai 786 BOPD.
2. Produksi harian tertinggi capai 3.550 barel

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang meninjau sumur minyak rakyat di Kecamatan Keluang, Kabupaten Muba pada 17 Oktober 2025. (Dok. Pemkab Muba) Produksi harian dari sumur masyarakat yang dikelola melalui skema BKU bahkan sempat mencapai 3.550 barel. Angka tersebut merupakan capaian produksi tertinggi dari lapangan yang sudah beroperasi saat ini.
Potensi produksi tersebut masih dapat bertambah. BKU yang sudah berproduksi saat ini tersebar di Jambi, Sumatra Selatan, dan Jawa Tengah. Wilayah lainnya akan segera menyusul.
"Nah ini mulai Mei mulai kelihatan produksinya terus puncaknya itu di 3.550 barel. Jadi kelihatan grafiknya naik terus. Ini belum termasuk yang di Sumatra Utara dan Aceh, dan juga Jawa Timur," ujar dia.
3. SKK Migas bidik tambahan produksi 5.000 BOPD

ilustrasi sumur minyak bumi (pexels.com/Tom Fournier) SKK Migas menilai optimalisasi sumur masyarakat dapat menjadi salah satu sumber tambahan untuk mengejar target produksi minyak nasional sebesar 610 ribu BOPD pada 2026. Potensi tambahan produksi dari optimalisasi sumur masyarakat mencapai 5.000 BOPD.
Wilayah Aceh dan Jawa Timur juga diproyeksikan mulai masuk dalam skema produksi pada Agustus 2026. Penambahan wilayah operasi dan BKU baru diharapkan meningkatkan kontribusi sumur masyarakat terhadap produksi minyak nasional.
"Ini mudah-mudahan bulan ini Aceh akan masuk, Jawa Timur akan masuk. Mudah-mudahan ini akan terus target kita tadi sekitar 5.000 untuk yang dari sumur masyarakat," katanya.




















