Jakarta, IDN Times - Danantara menargetkan perampingan 750 perusahaan di lingkungan BUMN hingga akhir 2026. Upaya ini dilakukan dengan menggabungkan perusahaan yang memiliki bisnis serupa, menjual kepemilikan, hingga menutup perusahaan yang tidak lagi layak dipertahankan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, saat ini terdapat 1.074 perusahaan dalam ekosistem BUMN yang dikelola Danantara. Banyaknya perusahaan dengan bisnis yang tumpang tindih dinilai membuat operasional menjadi tidak efisien.
"(Sebanyakk) 700 perusahaan yang akan kita tutup dan konsolidasikan. Jadi, kami berharap akhir tahun ini kami akan menutup setidaknya 750 perusahaan di bawah Danantara Indonesia melalui (proses) konsolidasi, merger, divestasi, dan ada pula yang melalui likuidasi," ungkap Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
