ilustrasi prosesor Intel (pexels.com/Pok Rie)
Chief Executive Officer Intel Lip-Bu Tan menyampaikan bahwa hasil kuartal ketiga memperlihatkan perbaikan eksekusi, perluasan pasokan, dan kemajuan teknologi proses perusahaan. "Meskipun terdapat hambatan jangka pendek di industri PC, permintaan untuk CPU kami tetap kuat, memperkuat keyakinan kami pada peluang pertumbuhan jangka panjang untuk bisnis kami," kata Tan. Dilansir Xinhua, dia juga menyatakan bahwa peningkatan pasokan untuk memenuhi permintaan prosesor server Xeon merupakan prioritas langsung perusahaan.
Chief Financial Officer Intel David Zinsner memperingatkan bahwa perlambatan permintaan komputer pribadi diperkirakan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama 2027. Selama kuartal ketiga, Intel telah menyelesaikan penawaran ekuitas publik senilai 23 miliar dolar AS atau setara Rp417,17 triliun guna memperkuat neraca keuangan, serta mengumumkan rencana akuisisi platform perangkat lunak kuantum Classiq.
Untuk kuartal keempat tahun 2026, Intel memproyeksikan pendapatan berada di rentang 15 miliar dolar AS atau setara Rp272,07 triliun hingga 16 miliar dolar AS atau setara Rp290,21 triliun. Laba per saham terdilusi diperkirakan sebesar 0,10 dolar AS atau setara Rp1.814 secara GAAP dan 0,25 dolar AS atau setara Rp4.535 secara non-GAAP. Selain itu, Intel memperkirakan margin kotor GAAP pada kuartal keempat akan berada di angka 37,1 persen, turun dari 43 persen pada kuartal ketiga.