Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dukung PLTS 100 GWp Prabowo, FPCI Minta Regulasi Diperkuat
Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (25/8/2026). (IDN Times/Ayu Afria)
  • FPCI mendukung komitmen Prabowo membangun PLTS berkapasitas 100 GWp, sembari meminta landasan regulasi yang jelas dan kokoh.
  • Program yang diluncurkan di Jembrana ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun dengan dukungan sistem penyimpanan energi baterai.
  • Lima pejabat ditunjuk mengawal pelaksanaan, sementara tahap awal mencakup 14 proyek berkapasitas total 5,3 GWp.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?
Vote Now
25 Agustus 2026

Prabowo melakukan peletakan batu pertama program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali.

Rabu (2/9/2026)

Dino Patti Djalal menyatakan FPCI mendukung komitmen Prabowo terhadap pengembangan energi surya 100 GWp dan meminta landasan regulasi yang jelas serta kokoh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?
Vote Now
  • What?
    FPCI meminta regulasi diperkuat untuk mendukung program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, FPCI, Dino Patti Djalal, serta lima pejabat yang ditunjuk mengawal implementasi.
  • Where?
    Peletakan batu pertama program PLTS 100 GWp dilakukan di Kabupaten Jembrana, Bali.
  • When?
    Peletakan batu pertama dilakukan pada 25 Agustus 2026. Dino menyampaikan pernyataan FPCI pada Rabu (2/9/2026).
  • Why?
    FPCI menilai kepastian regulasi diperlukan agar komitmen politik 100 GWp dapat diterjemahkan menjadi implementasi nyata dan berjalan konsisten.
  • How?
    Program ditargetkan selesai dalam tiga tahun, didukung BESS, 14 proyek tahap awal 5,3 GWp, serta koordinasi kementerian, Danantara, PLN, dan Pertamina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?
Vote Now

Pak Prabowo mau membuat banyak listrik dari matahari, namanya PLTS 100 GWp. FPCI senang dan mendukung rencana itu. Dino Patti Djalal bilang aturan yang jelas harus dibuat supaya rencananya bisa berjalan. Program ini sudah dimulai di Jembrana, Bali, dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?
Vote Now

Dukungan FPCI terhadap komitmen PLTS 100 GWp menunjukkan adanya perhatian pada pengembangan energi surya. Penekanan pada regulasi, transparansi, pembagian peran, pengadaan, dan pembiayaan menempatkan pelaksanaan program dalam kerangka yang lebih terarah. Keterlibatan kementerian, badan usaha negara, serta 14 proyek tahap awal juga memperlihatkan persiapan lintas sektor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali berkomentar mengenai komitmen politik Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Mereka menyambut positif namun, FPCI mengingatkan pemerintah agar ambisi tersebut segera diperkuat dengan landasan regulasi yang jelas dan kokoh.

Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama program PLTS 100 GWp oleh Prabowo di Kabupaten Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kemandirian dan swasembada energi nasional.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Kapasitas tersebut akan didukung sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage systems (BESS), serta mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari penghapusan penggunaan diesel, elektrifikasi desa, desa produktif, penguatan jaringan listrik hingga penyediaan energi bagi kawasan industri.

Pendiri sekaligus Chairman FPCI, Dino Patti Djalal, menilai komitmen politik pemerintah terhadap program tersebut merupakan langkah yang sangat positif. Namun, menurutnya, kesinambungan program perlu dijamin melalui kepastian regulasi agar target 100 GWp tidak berhenti pada tahap pengumuman.

1. FPCI nilai target 100 GWp sangat ambisius

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (ketiga dari kanan) didampingi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kanan), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat mendengarkan pemaparan walking gallery oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi (kiri) dalam acara Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp pada Selasa (25/8) di Gilimanuk, Bali. (dok. PLN)

Dino mengatakan FPCI mendukung penuh komitmen Prabowo terhadap pengembangan energi surya. Ia menilai target 100 GWp merupakan ambisi yang besar, tetapi tetap dapat dicapai apabila pemerintah memiliki kerangka implementasi yang jelas.

“Ini merupakan langkah yang disambut baik dari Presiden Prabowo dan kami sepenuhnya mendukungnya. Komitmen politik terhadap 100 GWp sangat menggembirakan dan tentunya dapat dicapai,” kata Dino dalam pernyataan FPCI, Rabu (2/9/2026).

Menurut Dino, tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen politik tersebut memiliki dasar regulasi yang kuat. Kepastian tersebut dinilai penting agar program dapat berjalan secara konsisten ketika memasuki tahap implementasi.

“Langkah berikutnya adalah memperkuatnya dengan landasan regulasi yang jelas dan kokoh,” ujarnya.

FPCI menilai terdapat kesenjangan yang harus segera ditutup antara komitmen politik pemerintah dan kepastian regulasi. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan ambisi PLTS 100 GWp dapat diterjemahkan menjadi proyek nyata.

“Menutup kesenjangan antara komitmen politik dan kepastian regulasi sangat penting untuk mengubah ambisi 100 GWp menjadi implementasi nyata,” kata Dino.

Landasan regulasi yang jelas juga dibutuhkan untuk memberikan kepastian mengenai pembagian peran antarlembaga, mekanisme pelaksanaan proyek, pengadaan, pembiayaan hingga target setiap tahapan pembangunan.

FPCI juga menilai transparansi selama proses implementasi akan menjadi bagian penting. Transparansi diperlukan untuk menjaga akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta.

2. Prabowo targetkn PLTS 100 GWp rampung dalam tiga tahun

Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (25/8/2026). (IDN Times/Ayu Afria)

Dalam peluncuran program tersebut di Jembrana, Prabowo menegaskan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya Indonesia mencapai kemandirian energi. Presiden bahkan menyebut program tersebut sebagai salah satu jalan agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan energinya.

“Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pembangunan PLTS tersebut tidak berdiri sendiri. Indonesia juga memiliki sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan nasional, seperti panas bumi, gas dan minyak.

“Dengan geotermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak,” ujarnya.

Prabowo juga menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ia optimistis kombinasi berbagai sumber energi yang dimiliki Indonesia dapat mempercepat terwujudnya swasembada energi.

“Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” kata Prabowo.

Pemerintah menargetkan PLTS 100 GWp dapat terealisasi dalam tiga tahun. Namun, Prabowo membuka kemungkinan target tersebut tercapai lebih cepat apabila seluruh pihak bekerja secara maksimal.

“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” ucapnya.

Presiden juga optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada energi lebih cepat dari target tersebut.

3. Lima pejabat ditunjuk kawal implementasi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis melakukan penekanan tombol dalam Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8). (dok. PLN)

Besarnya skala program membuat pemerintah melibatkan sejumlah kementerian dan badan usaha negara dalam pelaksanaannya. Prabowo secara langsung menunjuk sejumlah pejabat untuk mengawal implementasi program PLTS 100 GWp.

Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Penunjukan tersebut menunjukkan program PLTS 100 GWp dirancang sebagai program lintas sektor. Keterlibatan Kementerian ESDM, Kementerian Investasi, Danantara, PLN dan Pertamina diharapkan dapat memperkuat koordinasi dari sisi kebijakan, investasi, pembiayaan hingga pelaksanaan proyek.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut terdapat 14 proyek dengan total kapasitas 5,3 GWp yang menjadi bagian dari tahap awal implementasi program tersebut di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme intervensi untuk proyek yang tidak dapat menawarkan harga kompetitif melalui skema independent power producer (IPP). Dalam kondisi tertentu, proyek tersebut berpotensi ditugaskan kepada Danantara dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan arahan Presiden.

FPCI melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk menjadikan energi surya bukan hanya instrumen transisi energi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional. Program 100 GWp dinilai dapat memperkuat industri dalam negeri, memperluas akses energi, meningkatkan ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Dino berharap ambisi tersebut dapat menjadi warisan kebijakan Prabowo dalam bidang energi. “Kami ingin melihat ambisi energi surya 100 GWp menjadi warisan Presiden Prabowo dalam waktu dekat,” kata Dino.

Dengan target yang besar dan tenggat waktu hanya tiga tahun, pekerjaan pemerintah kini bukan lagi sekadar menetapkan ambisi. Pemerintah perlu memastikan aturan, kelembagaan, pembiayaan, mekanisme pengadaan dan tahapan proyek bergerak dalam satu kerangka yang konsisten.

Kepastian tersebut akan menentukan apakah komitmen politik PLTS 100 GWp benar-benar dapat berubah menjadi program nasional yang berkelanjutan. Jika berhasil diwujudkan, program tersebut berpotensi menjadi salah satu fondasi penting bagi kemandirian energi sekaligus transisi Indonesia menuju energi bersih.

Yuk pilih pandanganmu soal target PLTS 100 GWp

Apakah regulasi perlu diperkuat untuk PLTS 100 GWp?

See More
Perlu diperkuat
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Target sudah cukup jelas

Curated For You

Editorial Team

Related Article