ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/D Goug)
Berdasarkan data yang dihimpun Thailand Business News, nilai ekspor Thailand pada September 2026 mencapai 38,4 miliar dolar AS atau setara Rp696,5 triliun (kurs Rp18.132), tumbuh 24 persen secara tahunan. Capaian ini melampaui perkiraan awal SCB EIC sebesar 16,3 persen dan angka tengah jajak pendapat Reuters sebesar 17,9 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Thailand selama sembilan bulan pertama 2026 tumbuh sebesar 19,5 persen.
Ekspor produk elektronik melonjak tinggi sebesar 66,3 persen dan mencatatkan pertumbuhan selama 30 bulan berturut-turut. Komoditas ini didorong oleh siklus kenaikan elektronik serta tren global investasi industri elektronik dan pusat data. Sebagai bagian dari rantai pasok produk terkait AI, ekspor barang elektronik Thailand ke 15 mitra dagang utama tumbuh selama dua bulan beruntun.
Ekspor ke Amerika Serikat menembus rekor 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp185 triliun setelah tumbuh 50,1 persen. Sementara itu, ekspor ke pasar Asia naik 21,8 persen yang didorong lonjakan pengiriman mesin faks, telepon, komponen komputer, dan papan sirkuit cetak. Lonjakan di kawasan Asia terjadi karena naiknya permintaan barang rantai pasok AI untuk pusat data di ASEAN 5, Hong Kong, dan China.