Jakarta, IDN Times - Lonjakan harga bahan bakar minyak akibat krisis energi global mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fenomena ini dimanfaatkan produsen otomotif Tiongkok untuk memperluas ekspansi truk listrik muatan berat ke pasar internasional.
Sejak krisis senjata yang melibatkan Iran pecah pada akhir Februari lalu, pengiriman truk bertenaga baterai asal Tiongkok tercatat melonjak tajam dalam empat bulan pertama pascakonflik. Perkembangan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mengubah lanskap logistik di kawasan regional.
