Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Di sektor pertanian, teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Salah satu contohnya terlihat di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali. Petani setempat memanfaatkan energi surya dan mikrohidro melalui Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA) untuk mendukung kegiatan pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sistem tersebut mengintegrasikan kincir air atau mikrohidro dengan panel surya untuk menyediakan energi bagi lahan pertanian seluas 10,26 hektare. Pemanfaatannya mencakup pengairan sawah, pengoperasian mesin pertanian, hingga penerangan kawasan. Saat ini, aktivitas pertanian di kawasan tersebut melibatkan 185 petani dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga sekitar.
Melalui pengembangan usaha pertanian dan pariwisata, kelompok tani setempat mencatatkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun. Berikut tiga cara pemanfaatan energi terbarukan dapat mendukung produktivitas dan pendapatan petani di Subak Sembung.