Jakarta, IDN Times - Pembongkaran operasi fake Base Transceiver Station (BTS) atau perangkat pemancar sinyal seluler palsu di sekitar Jakarta, pada awal Oktober 2026, menjadi pengingat akan meningkatnya risiko penipuan digital di sektor keuangan.
Perangkat tersebut digunakan untuk mengirimkan hingga 20.000 SMS penipuan (phishing) per hari dengan menyamarkan pesan seolah-olah berasal dari pihak bank. Melalui pesan tersebut, pelaku mengarahkan korban ke situs palsu untuk mencuri data sensitif.
