Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
FPCI Gelar Indonesia Net-Zero Summit 2026, Bahas Penanganan Emisi
FPCI akan menggelar INZS 2026. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • FPCI akan menggelar Indonesia Net-Zero Summit 2026 pada 1 Agustus di Jakarta, mempertemukan pemerintah, bisnis, akademisi, masyarakat sipil, dan anak muda untuk membahas perubahan iklim.
  • Bertema “It's Time to Deliver!”, INZS menyoroti kesenjangan antara target dan pelaksanaan iklim, termasuk tantangan pendanaan, teknologi, transisi energi, serta kembalinya ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Dino Patti Djalal menegaskan pengurangan emisi tak bisa ditunda pada periode 2020-2030, sementara forum independen ini menghadirkan pejabat, pegiat iklim, organisasi, pelaku usaha, dan tokoh publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) akan menggelar Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Forum yang pertama kali digelar pada 2021 itu membahas isu perubahan iklim dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan kalangan muda.

Pendiri sekaligus Ketua FPCI Dino Patti Djalal mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu isu yang terus didorong bersama kelompok yang bergerak di bidang lingkungan dan keberlanjutan. Menurut dia, INZS menjadi wadah untuk membahas perkembangan isu iklim sekaligus mendorong langkah penanganannya.

"So, masalah iklim telah menjadi isu penting bagi foreign policy community Indonesia dan kita senang sekali bisa bekerja sama dengan ormas-ormas climate, perubahan iklim, dan lingkungan, ya, sustainability, untuk terus mendorong agenda ini," kata Dino dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

1. Implementasi kebijakan jadi sorotan

FPCI akan menggelar INZS 2026. (IDN Times/Trio Hamdani)

Penyelenggaraan INZS tahun ini mengangkat tema "It's Time to Deliver!". Dia menerangkan tema tersebut menyoroti pelaksanaan berbagai target iklim yang telah diumumkan, baik di Indonesia maupun tingkat global.

Dino menilai tantangan saat ini bukan lagi pada penyusunan target, melainkan pelaksanaannya. Di tengah ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, dan meningkatnya kebutuhan energi, banyak negara kembali mengandalkan bahan bakar fosil sehingga target iklim dan realisasinya semakin berjauhan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat persoalan pendanaan, penguasaan teknologi, dan transisi energi menjadi semakin rumit. Karena itu, pembahasan mengenai langkah yang bisa dijalankan menjadi salah satu fokus dalam INZS 2026.

Dino menegaskan INZS dirancang sebagai forum yang berdiri di luar kepentingan politik. Forum tersebut tidak dibangun untuk mendukung maupun menentang pemerintah, melainkan menjadi ruang diskusi yang mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan dengan isu perubahan iklim.

"Dan kita inginkan satu ini jadi platform yang independen, ya. Jadi tidak ada apa namanya utang politik atau ini apa namanya aliansi politik dengan siapapun, tapi independen dan murni dari akar rumput," tuturnya.

2. Pengurangan emisi tidak bisa ditunda

ilustrasi emisi karbon, polusi (vecteezy.com/Asih Wahyuni)

Dino mengatakan waktu untuk menekan emisi semakin sempit. Dia menyebut periode 2020-2030 menjadi fase penting agar kenaikan suhu global tetap berada pada batas 1,5 derajat Celsius. Pengurangan emisi perlu mulai dilakukan sekarang agar target tersebut tidak semakin sulit dicapai.

Dia juga menyinggung berbagai dampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, mulai dari gelombang panas di sejumlah negara Eropa hingga banjir bandang di Indonesia. Selain itu, potensi El Nino juga dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dalam waktu dekat.

"Intinya alam akan terus menyerang kita, terus menyerang kita. Nah sekarang bagaimana kita membuat alam menjadi solusi, bukan menjadi musuh aja gitu ya. Nah ini nanti kita akan bahas bersama," paparnya.

3. Hadirkan sejumlah pejabat dan pegiat iklim

FPCI akan menggelar INZS 2026. (IDN Times/Trio Hamdani)

INZS 2026 dijadwalkan menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air Retno Marsudi.

Kemudian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim Republik Rakyat Tiongkok Liu Zhenmin, serta Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal.

Forum itu juga akan menghadirkan sejumlah perwakilan organisasi dan dunia usaha, seperti CEO Landscape Indonesia Agus Sari, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia Mada Ayu Habsari, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Ada pula Direktur Climate Policy Initiative Indonesia Tiza Mafira, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Muhammad Iqbal Damanik, CEO Think Policy Andhyta Firselly Utami, Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna, Vania Fitryanti Herlambang, Andovi da Lopez, dan musisi Teddy Adhitya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article