Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gencarkan Penyelesaian Proyek, Vale Indonesia Bakal Bagikan Dividen?

  • Vale Indonesia memprioritaskan penyelesaian proyek pertumbuhan di Bahodopi, Pomalaa, serta pembangunan smelter dan tambang dalam beberapa waktu ke depan.
  • Perseroan membuka peluang dividen final jika harga nikel dan kinerja mendukung, termasuk melalui efisiensi belanja modal maupun operasional; dividen 2025 mencapai 45,63 juta dolar AS.
  • Pada semester I-2026, laba Vale melonjak 313,5 persen menjadi 104,37 juta dolar AS, didorong kenaikan volume penjualan dan harga nickel matte.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membeberkan fokus perusahaan dalam melakukan ekspansi bisnis melalui proyek-proyek pertumbuhan (Indonesia Growth Project/IGP). Mulai dari pengembangan Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah; Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara; hingga pembangunan smelter dan tambang.

“Jadi memang dalam beberapa waktu ke depan masih banyak PR kami, khususnya untuk deliveryproyek,” kata Direktur Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra dalam Public Expose (Pubex) Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Lalu, dengan gencarnya realisasi proyek, apakah Vale Indonesia masih mengalokasikan pembagian dividen?

  1. 1. Soal peluang pembagian dividen

    Pekerja PT Vale Indonesia di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. (vale.com)
    Pekerja PT Vale Indonesia di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. (vale.com)

    Rizky mengatakan, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dividen kepada pemegang saham, terutama jika kinerja perusahaan didukung kondisi harga nikel yang baik.

    “Jadi misalkan dari sisi performance mendapatkan harga yang lebih baik, tentunya itu dapat dilakukan secara berkala, dan nanti akan kita distribusikan nantinya lebih ke dividen final ya,” ucap Rizky.

  2. 2. Efisiensi capex juga bisa jadi pendorong pembagian dividen

    Salah satu spot Blok Bahodopi
    Salah satu spot Blok Bahodopi

    Tak hanya itu, apabila dilakukan efisiensi pada belanja modal atau capital expenditure (capex), kemungkinan pembagian dividen selalu ada.

    “Tetapi tentunya tidak menutup kemungkinan perseroan dalam waktu ke waktu melakukan reviewsecara berkala. Beberapa faktor bisa tentunya jika didapatkan efisiensi nantinya dalam kategori spending capex-nya maupun nanti juga efisiensi operasional ada update,” tutur Rizky.

    Berdasarkan tahun buku 2025, perusahaan membagikan dividen final senilai 0,00433 dolar AS per lembar saham, dengan nilai total 45,63 juta dolar AS. Angka itu setara 60 persen dari capaian laba 2025.

  3. 3. Laba perusahaan melonjak 313,5 persen

    Salah satu aktivitas penambangan di PT Vale Indonesia (website PT Vale Indonesia)
    Salah satu aktivitas penambangan di PT Vale Indonesia (website PT Vale Indonesia)

    Sepanjang semester I-2026, perusahaan membukukan laba periode berjalan senilai 104,37 juta dolar Amerika Serikat (AS), tumbuh 313,5 persen secara year on year (yoy).

    Pendapatan perusahaan tembus 543,06 juta dolar AS, naik dari periode yang sama tahun lalu senilai 426,73 juta dolar AS. EBITDA INCO tembus 196 juta dolar AS pada semester I-2026, tumbuh 113 persen (yoy).

    “Pertumbuhan ini didorong oleh volume penjualan serta kenaikan harga nickel matte yang lebih tinggi sebesar 14.765 dolar per metrik ton. Dan ini juga sejalan dengan peningkatan pendapatan EBITDA kami meningkat 45 persen secara kuartal-kuartal menjadi 196 juta dolar AS,” ucap Rizky.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More