ilustrasi reaktor nuklir (unsplash.com/Nicolas HIPPERT)
Guna menjamin kebutuhan daya bagi pusat data AI, Google menandatangani perjanjian jual beli listrik berjangka 22 tahun dengan perusahaan energi Fortum. Kesepakatan ini mendukung perpanjangan masa operasional pembangkit listrik tenaga nuklir Loviisa yang saat ini memasok sekitar 10 persen kebutuhan listrik Finlandia.
Pembangkit tersebut mempekerjakan sekitar 580 orang dan terancam tidak dapat beroperasi melampaui 2030 tanpa adanya perjanjian kerja sama ini. Menyusul pengumuman kesepakatan tersebut, harga saham Fortum dilaporkan melonjak hingga 11 persen.
Selain energi nuklir, Google menyepakati kontrak pembelian listrik tenaga bayu darat (onshore wind) bersama Valorem dan Suomen Hyötytuuli. Kesepakatan ini menambah total kapasitas listrik tenaga bayu darat baru yang dikontrak Google dan terhubung ke jaringan nasional Finlandia menjadi 629 MW. Perusahaan teknologi tersebut juga merancang sistem penyimpanan baterai berkapasitas 94 MW di dekat lokasi Kajaani yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.
Presiden sekaligus Chief Investment Officer Alphabet dan Google, Ruth Porat, menyatakan langkah ekspansi ini dilakukan selaras dengan tanggung jawab lingkungan.
"Penanaman modal ini menggarisbawahi komitmen Google untuk mengembangkan kehadiran kami secara bertanggung jawab, memadukan perluasan infrastruktur teknis kami dengan kapasitas energi baru, penyempurnaan jaringan listrik, dan inisiatif keterjangkauan energi," tutur Porat dalam keterangan resminya seperti dilansir Quartz.