Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp29 Ribu, Ini Rinciannya
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam pada Jumat, 7 Agustus 2026, turun Rp29 ribu menjadi Rp2,65 juta per gram; harga buyback ikut turun ke Rp2,461 juta per gram.
  • Buyback emas Antam di atas Rp10 juta dikenai PPh 22: 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
  • Emas dinilai cocok untuk diversifikasi dan investor konservatif, tetapi kurang ideal untuk tujuan jangka pendek karena selisih harga beli dan jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga emas logammulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp29 ribu per gram pada Jumat (7/8/2026). Harga emas hari ini dibanderol Rp2,65 juta per gram.

Berdasarkan data di situs Logam Mulia, harga buyback juga turun dengan nominal yang sama, sehingga dibanderol Rp2,461juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,375 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,65 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,240 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp7,835 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp13,025 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp25,995 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp64,862 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp129,64 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp259,212 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp647,765 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,29 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,59 miliar.

2. Emas jadi investasi cenderung naik dalam jangka panjang

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Emas jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article