Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Turun Jelang Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Harga Emas Turun Jelang Akhir Pekan, Ini Rinciannya
Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Harga emas Antam turun Rp20 ribu menjadi Rp2.868.000 per gram, sementara harga buyback ikut turun Rp15 ribu ke Rp2.659.000 per gram menjelang akhir pekan.
  • Perencana keuangan Andy Nugroho menyebut emas fisik tergolong investasi berisiko rendah namun tetap rawan hilang atau dicuri, dengan imbal hasil sebanding tingkat risikonya.
  • Keuntungan investasi emas dihitung dari selisih harga jual dan beli; karena itu, emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang agar nilai jualnya melebihi harga beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan sebesar Rp20 ribu pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Dengan begitu, harga emas hari ini menjadi Rp2.868.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback hari ini menurut situs logammulia.com, turun Rp15 ribu menjadi Rp2.659.000 per gram.

Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam pada emas yang dijual di Butik Antam.

1. Harga emas Antam dalam pecahan lain

Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.484.000.
  • Harga emas 1 gram: Rp868.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp5.686.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp8.511.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp14.155.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp28.230.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp70.410.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp140.655.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp281.160.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp702.590.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp1.404.900.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.808.600.000. 

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," kata Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp2.868.000 per gram dan harga jual kembali atau buybackRp2.659.000 per gram.

Ada selisih Rp209 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp2.868.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp209 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More